Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT hujan deras yang mengguyur di kawasan pantura membuat sungai meluap sehingga banjir melanda Kecamatan Cepu Kabupaten Blora dan Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga puluhan rumah terendam. Meskipun kini banjir yang melanda Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, sudah surut, Rabu (3/11), warga sempat panik saat ketinggian air mencapai satu meter dan merendam belasan rumah di kawasan itu.
Kondisi yang hampir bersamaan juga terjadi di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan. Meluapnya sungai di desa itu merendam puluhan rumah. "Sudah menjadi langganan jika hujan lebat air sungai dari kawasan Kendeng meluap dan banjir merendam perkampungan," kata Camat Undaan Rifa'i.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Blora Slamet Widodo secara terpisah mengatakan intensitas hujan yang tinggi sejak Selasa (2/11) petang menyebabkan air dari Sungai Putat meluap hingga masuk ke permukiman warga. Sebagai antisipasi banjir lebih besar dan muncul korban, pihaknya langsung menurunkan petugas untuk memantau lokasi banjir tersebut. "Jika membahayakan, langsung kami evakuasi warga di daerah itu," tambahnya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanggapi banjir di dua daerah itu kepada Media Indonesia. Ia telah meminta agar banjir tersebut segera ditangani untuk mengantisipasi timbulnya korban dan banjir di masa mendatang. "Sejak beberapa pekan lalu saya sudah mengingatkan agar waspada banjir karena musim hujan sudah mulai datang dan dapat diantisipasi sedini mungkin," ujar Ganjar Pranowo.
Baca juga: Suami Istri Meninggal Dunia Hampir Bersamaan Tinggalkan Empat Anak
Penanganan dini dengan ilmu titen terutama di daerah rawan bencana, demikian Ganjar, merupakan bentuk kewaspadaan, baik pemerintah daerah maupun warga setempat. Dengan demikian, pemerintah daerah yang rawan segera mengambil langkah strategis seperti perbaikan tanggul atau normalisasi sungai. (OL-14)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved