Sabtu 23 Oktober 2021, 18:27 WIB

BKSDA Sumsel Lepasliarkan Hewan Dilindungi Di Banyuasin

Dwi Apriani | Nusantara
 BKSDA Sumsel Lepasliarkan Hewan Dilindungi Di Banyuasin

MI/Dwi Apriani
BKSDA Sumsel melepasliarkan delapan hewan dilindungi di Suaka Marga Satwa Padang Sugihan, Banyuasin, Sabtu (23/10).

 

SEBAGAI upaya menjaga kelestarian dan habitat hewan dilindungi di Sumatera Selatan (Sumsel), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel aktif dan konsisten melakukan beragam upaya. Diantaranya melakukan penyelamatan dan perlindungan bagi hewan yang terancam punah dan langka yang ada di Sumsel.

Apalagi saat ini, masih marak aksi penjualan dan perburuan ilegal terhadap hewan endemik di Sumsel yang dilakukan orang tak bertanggungjawab. Sabtu (23/10) di Suaka Marga Satwa Padang Sugihan, Banyuasin, BKSDA Sumsel bersama dengan PT Timah melepasliarkan delapan ekor satwa dilindungi.

Kedelapan satwa yang dilepasliarkan itu masing-masing dua ekor Kukang Sumatera (Nycticebus coucang), dua ekor Elang Bido (Spilornis chela), dua ekor Elang Bondol (Haliastur indus). Juga ada satu  ekor Elang Paria (Milvus migrans), satu ekor Betet Ekor-Panjang (Psittacula longicauda).

Kepala BKSDA Sumatera Selatan Ujang Wisnu Barata mengatakan sebelum dilepasliarkan satwa tersebut sudah dinyatakan sehat oleh dokter hewan Yayasan Alobi Kabupaten Bangka-Belitung yang terlampir dalam surat keterangan kesehatan Hewan Nomor 524.32/971/PKH/X/2021, Nomor 125/UPTD.RSH/SKKH/ IX/2021, dan Nomor 126/UPTD.RSH/SKKH/IX/2021.

"Kita konsisten untuk terus melakukan penyelamatan hewan dilindungi, utamanya hewan endemik yang ada di Sumsel. Salah satunya dengan melepasliarkan hewan temuan ke alam bebas," ujar dia.

Sebelum dilepasliarkan, pihaknya sudah dinyatakan layak untuk dilepasliarkan karena telah melewati masa karantina selama beberapa pekan dalam tiga kandang habituasi terpisah menyesuaikan jenis masing-masing.

Suaka Marga Satwa Padang Sugihan dipilih sebagai tempat untuk melepasliarkan satwa tersebut karena, dinilai cocok untuk menjadi habitat kedelapan satwa itu.

"Hewan yang kita lepasliarkan adalah hewan yang memang statusnya dilindungi. Dan kita perlu menjaga habitatnya, diantaranya dengan memastikan mereka tetap ada dan aman di alam," ujarnya.

Ujang menjelaskan, salah satu indikator penyebab kelangkaan satwa yakni kondisi habitat yang rusak dan diganggu manusia, juga adanya upaya perburuan dari orang tak bertanggungjawab yang menjual bebas hewan dilindungi.

"Selain melakukan upaya pelepasliaran ini, kita juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa habitat hewan di alam tidak boleh diganggu. Kami juga mengintensifkan satgas dan aparat keamanan untuk memantau cyber online hewan-hewan ini," jelasnya.

Upaya ini menemukan titik terang, kata Ujang, lantaran saat ini semakin banyak masyarakat Sumsel yang berinisiatif menyerahkan hewan dilindungi ke BKSDA Sumsel. ()

Baca Juga

MI/ADAM DWI

Kunjungan Wisatawan Domestik ke Bangka Meningkat

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Jumat 30 September 2022, 12:15 WIB
Tercatat untuk wisatawan mancanegara yang berwisata di Bangka tercatat hanya 14 kunjungan. Namun untuk wisatawan nusantara pada 2021 naik...
Metrotv/Fransiskus Gerardus

F-PRB Gandeng Pemda Flotim Sinkronkan Visi Guna Antisipasi Kurangi Resiko Bencana dan Perubahan iklim 

👤Fransiskus Gerardus 🕔Jumat 30 September 2022, 11:59 WIB
Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menyinkronkan rencana kerja bersama dalam isu pengurangan resiko bencana di Kabupaten Flores...
Antara/Asep

Siklon Tropis tidak Memengaruhi Wilayah NTT

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 11:37 WIB
BMKG dan BNPB mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di seluruh wilayah Indonesia terutama dengan kemunculan siklon...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya