Rabu 20 Oktober 2021, 14:06 WIB

Ketidakjelasan Bulog Serap Jagung 30.000 Ton bikin Petani Grobogan Kecewa

mediaindonesia.com | Nusantara
Ketidakjelasan Bulog Serap Jagung 30.000 Ton bikin Petani Grobogan Kecewa

dok.Dinas Pertanian Grobogan
Ilustrasi

 

KEPALA Dinas Pertanian Grobogan, Sunanto bersama Perum Bulog Cabang Semarang telah menandatangiani berita acara kesiapan pasokan dan penetapan harga beli jagung pada 9 Oktober 2021 lalu. Berita acara ini menyepakati beberapa hal terkait penyiapan pasokan dan penyaluran jagung dengan Cadangan Stabilisasi Harga Pangan (jagung CSHP) sebanyak 30.000 ton.

"Ketidakjelasan Bulog pada tindak lanjut penyerapan 30.000 ton jagung yang disiapkan petani, petani Grobogan akhirnya menjual jagungnya ke pabrik pakan ternak," ujar Kadis Pertanian Grobogan Sunanto di Purwodadi, Rabu (20/10).

Sunanto menutur dalam berita acara tersebut menuangkan beberapa kesepakatan dalam memenuhi penyediaan jagung program pemerintah sebanyak 30.000 ton untuk peternak ayam mandiri. Di mana, 10 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Grobogan sepakat siap menyediakan jagung untuk program jagung CSHP sebanyak 30.000 ton bertahap 5.000 ton selama 6 minggu, sampai dengan November 2021 dengan penyerahan secara bertahap kepada Perum Bulog.

"Namun demikian, pihak Perum Bulog hingga saat ini belum juga kunjung melakukan tindak lanjut pembelian jagung. Padahal kondisi jagung sudah tersedia sehingga petani menunggu Perum Bulog untuk melakukan pembelian sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat," sebutnya.

"Berita acara ini diketahui Kodim dan Polres Grobogan, tapi Bulog belum juga turun membeli jagung. Petani menunggu jagungnya untuk dibeli Bulog," lanjutnya.

Sunanto menegaskan pihaknya sebenarnya hanya membantu Perum Bulog dalam menyediakan jagung yang rencananya akan digunakan sebagai subsidi jagung untuk peternak. Tujuanya agar penyediaan jagung program pemerintah itu sebagai bahan pakan ternak dapat terlaksana.

"Dan juga agar peternak secepatnya juga terbantu mendapatkan pasokan jagung untuk bahan pakan," pinta Sunanto.

Perlu diketahui, Kabupaten Grobogan merupakan lumbung pangan Jawa Tengah. Salah satunya sentra produksi jagung yang hingga akhir tahun masih melangsungkan panen dengan hamparan cukup luas.

"Prakiraan total luas panen jagung tahun 2021 mencapai 121.200 hektare dengan produksi 783.700 ton. Luas panen di bulan Oktober 2021 24 ribu hektare produksi 120 ribu ton. Kondisi ini menjadi jaminan pemenuhan kuota jagung sesuai permintaan pemerintah," ucapnya.

"Bahkan kami sanggup memasok 100.000 ton hingga Januari 2022 karena Januari akan memasuki panen raya musim tanam pertama," imbuh Sunanto. (OL-13)

Baca Juga:Klaten Kembangkan Habitat Alami Burung Hantu Sebagai Predator Tikus

Baca Juga

MI/Bayu Anggoro

Jabar Quick Response Bantu Korban Banjir Bandang di Garut

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 30 November 2021, 23:50 WIB
Tim JQR harus bekerja keras karena jalur menuju lokasi sempat terputus akibat longsoran dan jembatan penghubung desa yang...
MI/Bayu Anggoro

PDIP Diminta Beri Sanksi pada Junimart Girsang

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 30 November 2021, 23:45 WIB
Pemuda Pancasila Jawa Barat menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka dengan mendatangi kantor DPRD Jawa...
Dok. Pribadi

Nadiem Minta Germas BBI Aroma Maluku Tercium Lintas Benua 

👤Mediaindoensia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 23:31 WIB
Dia menjelaskan, berdasarkan catatan pelaut Portugis pada abad 16, Kepulauan Maluku disebut dengan Spice Island. Tenun Maluku juga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya