Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Klaten bersama PT Tirta Investama dan Institut Pertanian Stiper Yogyakarta berkomitmen melindungi habibat alami burung hantu (Tyto javanica) guna mendukung produktivitas pertanian di daerah sepadan Sungai Pusur.
Sementara itu, Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta telah melakukan penelitian dan kajian habitat alami burung hantu di sub-DAS Pusur yang meliputi tiga wilayah kecamatan, yakni Tulung, Polanharjo, dan Juwiring.
Keberadaan burung hantu sebagai predator alami sangat diperlukan, khususnya di daerah pertanian seperti di Klaten. Burung hantu sebagai predator alami dapat mengendalikan hama tikus. Sehingga, hasil pertanian bisa meningkat.
Baca juga: Gubernur Kalimantan Tengah Bangun Kawasan Tambak Udang Vaname
Komitmen bersama Pemkab Klaten, PT Tirta Investama, dan Instiper Yogyakarta, dalam upaya perlindungan habitat alami burung hantu atau tyto javanica, adalah bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pertanian di Klaten.
Menurut I Ketut Muwaranata dari PT Tirta Investama, keberadaan habitat alami burung hantu di Taman Kehati (Keragaman Hayati) di sepadan Sungai Pusur, diharapkan dapat menjaga keseimbangan ekosistem dan produktivitas pertanian.
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, lanjut Ketut, keberadaan burung hantu juga sekaligus untuk menjaga kelestarian lingkungan. Pasalnya, petani kini tidak lagi mengandalkan bahan kimia untuk membasmi tikus.
"Nah, upaya pelestarian habitat alami burung hantu harus dibarengi dengan adanya regulasi, yakni untuk memastikan areal habitat alaminya tidak diubah. Pun burung pemangsa tikus itu agar tidak diburu masyarakat," ujarnya.
Terkait upaya perlindungan satwa liar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten Srihadi mengatakan, bahwa pemkab telah menerbitkan Perda No 2/2018 tentang perburuan burung, ikan, dan satwa liar di Klaten.
"Dengan adanya komitmen bersama dalam upaya perlindungan habitat alami burung hantu untuk mendukung produktivitas pertanian itu menjadi penguat pentingnya menjaga kelestarian burung hantu sebagai predator tikus," jelasnya.
Wakil Bupati Yoga Hardaya yang hadir dalam paparan kajian perlindungan habitat alami burung hantu di Ruang C-2 Pemkab Klaten, Selasa (19/10), berharap habitat burung pemangsa tikus itu dapat dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Klaten.
Untuk itu, DLHK dan Dinas Pertanian diminta untuk segera menyiapkan sebanyak-banyaknya rumah burung hantu (rubuha) di semua wilayah pertanian. Jadi, keberadaan habitat alami burung hantu tidak hanya di tiga wilayah kecamatan tersebut.
Peneliti habitat alami burung hantu, Nanda Satya Nugraha, dosen Instiper Yogyakarta, kepada Media Indonesia mengungkapkan, burung hantu mampu memproteksi tanaman pertanian sampai lima hektare dari sepadan Sungai Pusur.
"Itu hasil kajian habitat alami burung hantu yang kami lakukan di sub-DAS Pusur. Ke depan habitat alami burung hantu sebagai predator tikus dapat dikembangkan dan diimplementasikan di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Klaten," pungkasnya. (OL-1)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Aliran listrik di area persawahan banyak digunakan petani untuk mencegah serangan hama tikus yang diaktifkan selama 24 jam, tanpa adanya tanda peringatan.
BUPATI Indramayu, Lucky Hakim, kembali melepasliarkan ratusan ekor ular di area persawahan Kecamatan Sindang akhir pekan lalu sebagai bagian dari upaya memberantas hama tikus.
Serangan hama tikus musim tanam ini luar biasa. Petani sudah melakukan beragam cara untuk membasmi tikus, tapi serangannya justru semakin masif
Bupati Indramayu Lucky Hakim juga akrab dengan satwa liar melepas ribuan ekor ular ke sawah di Indramayu.
HAMA tikus kembali merebak di beberapa wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Penelitian Universitas Lund mengungkap burung robin muda lebih terpengaruh oleh suara burung hantu dibanding elang saat migrasi.
Burung hantu jenis Tyto alba telah lama dikenal sebagai predator alami tikus sawah.
Populasi tikus sawah cenderung menurun drastis setelah masa panen padi, yang mengakibatkan Tyto alba kehilangan sumber makanan utamanya.
Sebanyak 25 lokasi pengembangan sudah dibangun di 10 desa.
Mari kita pelajari bersama ciri khusus beberapa jenis hewan sebagaimana dilansir buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI Kelas VI yang disusun oleh Ari Pitoyo dan Sri Purwaningtyas.
Sudirman tercatat sebagai pengembang Rubuha terbanyak di Indonesia serta aktif menggiatkan pelestarian burung hantu untuk pertanian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved