Selasa 12 Oktober 2021, 17:00 WIB

ODGJ Mengamuk, Satu Warga Tewas Dan Dua Lainnya Terluka

Depi Gunawan | Nusantara
ODGJ Mengamuk, Satu Warga Tewas Dan Dua Lainnya Terluka

DOK MI
Ilustrasi

 

SATU orang tewas dan dua lainnya mengalami luka akibat serangan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ketiga korban mengalami luka tusukan senjata tajam oleh pelaku bernama Aep, 28.       
 
Korban tewas bernama Ajeng, 60, warga Kampung Tutugan RT 05/05, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan korban luka bernama Ujang Sumarna, 43, dan Ian, 40. Keduanya mengalami luka parah dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kejadiannya pada Senin (11/10) petang. Pelaku melakukan penusukan kepada tiga orang tapi satu orang meninggal. Korban meninggal sempat dibawa ke RSUD Cibabat tapi tidak tertolong," kata Kapolsek Cisarua, Kompol Darto, Selasa (12/10).

Dijelaskan peristiwa tersebut terjadi saat Aep yang merupakaan ODGJ akan dibawa ke rumah sakit untuk berobat. Namun, pelaku tiba-tiba mengamuk dan menyerang orang-orang.
   
"Pelaku sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Provinsi Jawa Barat untuk diperiksa kondisi kejiwaannya," ungkap Darto.

Idham Hasyri, saksi mata sekaligus keluarga korban meninggal menyebutkan, insiden itu berawal saat dirinya serta pengurus RW dimintai tolong oleh keluarga pelaku untuk membawa Aep ke sebuah pesantren di Subang lantaran mengalami gangguan jiwa.

"Pelaku sebelumnya sempat mengamuk pada pagi hari. Ketika kita akan evakuasi sore hari, pelaku keluar dari kamarnya menunggu sambil menantang warga. Kita enggak tahu dia menyimpan senjata tajam," ungkap Idham.

Ketika dihampiri, pelaku memberontak sambil menusukkan pisau ke perut Ujang. Warga mengira Ujang hanya dipukul tapi tangannya memegang bagian perut yang mengeluarkan darah.

"Awalnya kita enggak tahu dia ditusuk, saya kira hanya dipukul saja. Tapi kemudian korban memegang perut yang berdarah," kata Idham.

Amukan Aep semakin menjadi hingga kemudian menyerang Ian yang merupakan kakaknya sendiri. Setelah itu, pelaku menganiaya Ajeng.

"Luka Ajeng lebih parah dari dua korban sebelumnya. Dia lalu dibawa ke rumah sakit, tapi akhirnya meninggal dunia," ucap Idham.

Amukan pelaku akhirnya terhenti setelah polisi yang datang ke lokasi kejadian menembak paha pelaku. "Aep langsung dibawa ke RS Sartika Asih untuk diobati. korban meninggal sudah dimakamkan, sedangkan korban luka Pak Sumarna dirawat di RSHS dan Ian di RS Cibabat," tambahnya. (OL-15)

Baca Juga

ANTARA/Aji Styawan

Kota Semarang PPKM Level 1, Pemkot Perluas Pelonggaran

👤Widhoroso 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 22:44 WIB
PEMERINTAH Kota Semarang, Jawa Tengah akan mengizinkan jumlah pengunjung mal dan pusat perbelanjaan hingga 100 persen dari kapasitas yang...
 ANTARA/Raisan Al Farisi

Eigerindo dan Jabar Quick Response Bantu Jawa Barat Capai Target Vaksinasi 37 Juta Warga

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 22:15 WIB
Vaksinasi Megamendung, Kabupaten Bogor, digagas Eigerindo bersama Jabar Quick Response dan Korem 061...
Ist

Lewat Agricultural Operation Room, Bangka Tengah Perkuat Peran BPP

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 21:32 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian yang maju, mandiri, dan modern berbasis manajemen teknologi informasi harus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya