Selasa 12 Oktober 2021, 13:00 WIB

Kebun Raya Banua, Obyek Wisata Edukasi di Kota Banjarbaru

Denny Susanto | Nusantara
Kebun Raya Banua, Obyek Wisata Edukasi di Kota Banjarbaru

MI/Denny Susanto
Kebun Raya Banua

 

SEIRING semakin melandainya penyebaran kasus covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan, tempat-tempat wisata kembali ramai dikunjungi warga. Salah satu obyek wisata yang menjadi favorit saat ini adalah Kebun Raya Banua (KRB).

Berlokasi di kawasan pusat perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel, Kebun Raya Banua, yang memiliki luas 100 hektare itu, hanya berjarak 15 menit dari pusat Kota Banjarbaru. 

Dibangun pada 2012 lalu, saat ini, Kebun Raya Banua Kalsel telah memiliki lebih 700 jenis atau 6.152 species tanaman yang ditanam pada lahan seluas 100 hektare.

Baca juga: Luhut Sebut 18 Negara Boleh Kunjungi Bali, Singapura Belum

"Kebun Raya Banua kini menjadi tempat wisata favorit terutama bagi pelajar dan keluarga. Dari waktu ke waktu jumlah kunjungan ke kebun raya terus meningkat," ungkap Kepala UPT Kebun Raya Banua Agung Sriyono.

Meski berada di kawasan kurang subur karena berupa tanah urukan bekas tambang dan berbatu, dengan perlakuan khusus, saat ini, kawasan Kebun Raya Banua sudah ditumbuhi beragam pepohonan dan tanaman yang subur dan mulai ramai dikunjungi warga.

Kebun Raya Banua merupakan kebun raya dengan spesifikasi tanaman obat dan konservasi tanaman langka khas Kalimantan. 

Kebun Raya Banua sendiri sudah beberapa kali menerjunkan tim ekspedisi untuk mengumpulkan tanaman langka untuk memperkaya koleksi termasuk tanaman obat-obatan dari berbagai wilayah kabupaten.

Di kawasan itu juga dibangun Pusat Penelitian Tanaman Obat (Herbal) endemik Kalimantan bekerja sama dengan Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat. Beragam tanaman endemik Kalimantan yang mempunyai khasiat sebagai obat diteliti di pusat penelitian ini.

Ada beragam fasilitas yang dibangun di kawasan Kebun Raya Banua yang menjadi daya tarik wisatawan selain keberadaan taman dan hutan buatan. 

Di antaranya adalah gedung Konservatorium dan kawasan wisata agro. Ada pula monumen yang disebut Tugu Reklamasi untuk menandai bahwa kawasan Kebun Raya Banua seluas 100 hektare tersebut dibangun di atas areal bekas tambang.

Embung Botani yang dibangun Kebun Raya Banua-Kementerian PUPR dan Balai Besar Sungai Wilayah II Kalimantan yang berfungsi sebagai cadangan air bagi kepentingan pemeliharaan tanaman koleksi kebun raya dan mengantisipasi ancaman krisis air saat kemarau. 

"Keberadaan embung yang didesain seperti danau ini juga memperkaya obyek wisata di dalam Kebun Raya Banua," ujar Agung.

Kawasan Kebun Raya Banua di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel dulunya merupakan kawasan pertambangan emas. Kebun Raya sendiri dinilai sebagai bukti keberhasilan reklamasi pasca tambang di Kalsel.

Selain Kebun Raya Banua, kawasan perkantoran Pemprov Kalsel seluas 500 hektare, yang dibangun dengan konsep hutan kota dan eco office ini, juga menjadi daya tarik warga baik untuk berwisata maupun berolahraga. 

Tidak jauh dari kawasan ini juga terdapat Amanah Borneo Park, sebuah tempat wisata yang dibangun serupa Jatim Park di Jawa Timur. (OL-1)

Baca Juga

MI/BAYU ANGGORO

Ajakan pada Generasi Muda untuk Bertani Terus Bergaung

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:05 WIB
Lewat film berjudul : Kabayan Petani Milenial, Pemprov Jawa Barat, seniman dan berbagai kalangan mengajak generasi muda berani menjadi...
ANTARA FOTO/Rahmad

BMKG Pantau Sirkulasi Siklonik di Kalimantan Bagian Utara

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:00 WIB
Sirkulasi siklonik merupakan daerah pertemuan angin sehingga ketika angin bertemu terjadi penumpukan massa udara yang menyebabkan...
ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Banjir Rob Diprediksi akan Genangi Pesisir Belawan Sampai 24 Oktober

👤Yoseph Pencawan 🕔Senin 18 Oktober 2021, 22:18 WIB
BMKG mengimbau warga yang bermukim di wilayah pesisir Belawan untuk selalu waspada dan bersiap mengantisipasi dampak yang dapat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya