Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Padang, Sumatera Barat belum bisa keluar dari PPKM level 4, meski kasus positif covid-19 sudah melandai. Pemerintah pusat masih menetapkan Kota Padang berada PPKM level 4 karena capaian vaksinasi di bawah angka rata-rata nasional.
Untuk itu, Pemkot Padang melalui Dinas Kesehatan Kota Padang terus berupaya mengejar capaian target vaksinasi agar Kota Padang bisa turun ke PPKM level 3.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengatakan untuk mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan terus menggelar vaksinasi massal di sejumlah lokasi di Kota Padang. Dari kegiatan vaksinasi massal itu, Dinas Kesehatan menargetkan bisa melakukan 10 ribu suntikan vaksin kepada masyarakat Kota Padang sampai masa perpanjangan PPKM level 4 berakhir pada 18 Oktober mendatang.
"Dalam 10 hari ke depan, kita akan terus mengebut vaksinasi dengan menggelar vaksinasi massal di sejumlah titik di Kota Padang," kata Ferimulyani, Minggu (10/10).
Untuk itu, Ferimulyani mengimbau kepada masyarakat agar dengan sukarela mendatangi sentra-sentra pelayanan vaksinasi untuk mendapatkan vaksinasi. "Kita berharap dukungan semua lapisan masyarakat dalam menyukseskan program vaksinasi ini. Semoga ke depan Kota Padang bisa keluar PPKM level 4," harap Ferimulyani.
Dia juga berharap, dalam 10 hari ke depan atau hingga akhir perpanjangan PPKM level 4 pada 18 Oktober 2021, cakupan vaksinasi di Kota Padang bisa naik menjadi 50 persen.
"Per 6 Oktober 2021 kemarin, capaian vaksinasi kita baru di angka 40,5 persen. Jadi, kita harus menaikkan target kita sebesar 10 persen," ungkap Ferimulyani.
Dijelaskan Ferimulyani untuk mencapai target 50 persen itu, Dinkes harus melakukan suntikan sebanyak lebih kurang 10 ribu suntikan per harinya. Karena itu, Ferimulyani mengimbau kepada masyarakat agar mau mendatangi sentra-sentra pelayanan vaksinasi yang ada di Kota Padang.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksinasi bisa mendaftar melalui google form dan selanjutnya mendatangi sentra-sentra pelayana vaksin yang dibuka Pemko Padang. Dalam vaksinasi ini, masyarakat bisa memilih jenis vaksin yang diinginkan.
Saat ini tersedia tiga jenis vaksin yakni Sinovac, Moderna dan Pfizer. "Semoga dengan upaya yang kita lakukan ini, Kota Padang bisa keluar dari PPKM level 4," tandas Ferimulyani. (OL-15)
PT Kereta Api Indonesia II Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
LIBUR lebaran 2026 terbilang cukup panjang. Kondisi cuaca di beberapa daerah sejak beberapa hari belakangan cukup berfluktuasi.
Pemkot Padang dan Kadin Indonesia membangun 10 huntap bagi penyintas bencana November 2025, yang menjadi pertama di provinsi itu.
Polresta Padang kerahkan 600 personel gabungan amankan Ramadan 1447 H. Fokus tekan tawuran, balap liar, dan peringatan larangan Balimau di sungai.
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
“Saat ini progres sudah mencapai 98%. Tinggal 2% lagi, berupa penutupan U-ditch dan finishing,”
Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved