Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun depan sebesar Rp1 triliun lebih. Setiap perangkat daerah penghasil pun mulai merancang berbagai skenario agar penerimaan pajak dan retribusi bisa meningkat dengan memaksimalkan potensi yang ada.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengaku target penerimaan PAD yang ditetapkan sebesar Rp1 triliun tidak muluk-muluk. Apalagi informasinya tahun depan pemerintah akan menetapkan status pandemi covid-19 menjadi endemi.
"Artinya, ketika situasi dan kondisi dianggap biasa (endemi), maka akan mendorong pendapatan kita dari pajak daerah maupun retribusi," terang Komarudin kepada Media Indonesia ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/9).
Hasil evaluasi penerimaan PAD tahun anggaran 2021, sebut Komarudin, penerimaan di hampir semua perangkat daerah penghasil rata-rata naik di kisaran 5%-10%. Tak hanya pajak dan retribusi, tapi juga di badan layanan usaha daerah (BLUD).
"Sekarang capaian target realisasi penerimaan kalau disandingkan dengan target perubahan, sudah mencapai kisaran 78,9% hingga 24 September. Kalau hingga akhir September mencapai 79%. Ini penerimaan sampai dengan September. Makanya kami optimistis secara kumulatif, capaiannya hingga akhir tahun bisa 100%," jelasnya.
Tahun ini pajak daerah ditarget sebesar Rp738.222.744.767 setelah perubahan. Dari pajak daerah, realisasi penerimaannya hingga September mencapai 79%. Sedangkan dari retribusi daerah, dari target Rp54.584.279.992, sudah mencapai 74%. Sedangkan dari BLUD dari target Rp501.364.736.260, capaianya sekitar 69,95%.
"Makanya kami optimistis bisa tercapai secara keseluruhan. Ini akan tercapai pada awal Desember 2021. Sebab, biasanya JKN (jaminan kesehatan nasional) akan cair di triwulan akhir. Bahkan kami optimistis hingga akhir tahun ini bisa over target," tegas Komarudin.
Para perangkat daerah penghasil, sebut Komarudin, cenderung akan memaksimalkan potensi yang ada agar target PAD sebesar Rp1 triliun lebih tahun depan bisa tercapai. Namun, semua itu akan sangat tergantung terhadap situasi dan kondisi.
"Khusus bagi kami (Bappenda) soal pajak daerah, sudah disusun perda (peraturan daerah) baru dan sudah ada kesepakatan dengan Dewan (DPRD). Tinggal menunggu pengesahan. Tetapi kalau perda soal pajak harus dikomunikasikan dulu dengan Kementerian Keuangan dalam hal ini dengan Ditjen Pajak dan Kemendagri. Ini supaya tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah," pungkasnya. (OL-15)
Adapun rinciannya antara lain, lalu lintas di Gerbang Tol Cengkareng menuju Bandara Soekarno-Hatta tercatat sebanyak 685.453 kendaraan atau naik 3,25% dibandingkan tahun lalu.
PUNCAK arus mudik lebaran 2026 di Jalan Raya Nagreg, Jawa Barat, diperkirakan akan terjadi hari ini (19/3).
KEBAKARAN hutan dan lahan atau karhutla mulai mengintai di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di Kecamatan Cireunghas, dilaporkan terjadi kebakaran hutan di lahan sekitar 2.000 meter persegi.
TIGA hari menjelang Hari Raya Idulfitri, harga kebutuhan pokok terutama daging sapi 19 Maret 2026 di Pasar Pamanukan, Subang, Jawa Barat, mengalami kenaikan yakni Rp180 ribu per kilogram.
Keberadaan cosplayer merupakan hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah kota yang harus dijaga keberlangsungannya.
DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat (Jabar) menerima aduan terkait masalah tunjangan hari raya (THR) Idulfitri 2026.
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved