Selasa 28 September 2021, 23:10 WIB

Jawa Barat Tiga Besar Penyumbang PDB Nasional

Bayu Anggoro | Nusantara
Jawa Barat Tiga Besar Penyumbang PDB Nasional

DOK DHARMA GROUP
Pekerja beraktivitas di pabrik produksi suku cadang mobil Dharma Group di Cikarang, Jawa Barat

 

JAWA Barat menduduki peringkat ketiga penyumbang PDB nasional terbesar
pada triwulan II 2021.

Hal ini berdasarkan Tabel Inter Regional Input Output (IRIO) yang diungkapkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik RI, Setianto dalam webinar : Jelajah Interkonektivitas Ekonomi Jawa Barat, yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Selasa (28/9).

Webinar kali ini menghadirkan Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Dyah
Anugrah Kuswardani, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Provinsi
Jawa Barat, Aldo Fantinus Wiyana, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Padjadjaran, Bagdja Muljarijadi, serta Statistisi Ahli
Madya/Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS
Provinsi Jawa Barat Samiran.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik RI, Setianto menyebutkan berdasarkan IRIO 2016, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi unggulan di Indonesia, karena memiliki tingkat dampak keterkaitan yang cukup tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

"Pemulihan ekonomi Jawa Barat bisa menjadi booster bagi pemulihan
ekonomi nasional dengan berfokus pada pengembangan sektor industri
(industri kunci dan potensial) serta penguatan dan pengamanan jalur
logistik," katanya.

Kepala BPS Provinsi Jawa Bara Dyah Anugrah Kuswardani menyampaikan bahwa penyelenggaraan webinar bertujuan untuk mendiseminasikan data indikator statistik dan menyosialisasikan pemanfaatan data BPS kepada masyarakat.

"Secara spesifik, webinar kali ini mengulas tentang Tabel IRIO dan
pemanfaatannya dalam keterkaitan ekonomi antarwilayah. Melalui IRIO
dapat dilihat bagaimana sektor-sektor ekonomi Jawa Barat dengan provinsi lain saling terkoneksi," katanya.

Secara rinci, penjelasan mengenai Tabel IRIO dan interkonektivitas
ekonomi Jawa Barat diuraikan oleh Samiran, selaku narasumber dari
Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, industri pengolahan yang menjadi andalan dalam perekonomian
Jawa Barat memberikan dampak limpahan (spillover effect) yang cukup
besar bagi provinsi lain, di antaranya Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta,
Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Bengkulu.

Sementara bagi Kadin Jawa Barat, menurut Aldo Fantinus Wiyana, IRIO BPS & Supply Chain Center bermanfaat menguak potensi arus barang untuk
pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Industri manufaktur di Jawa Barat
sangat mendominasi secara nasional.

Distribusi barang dan jasa untuk industri ini mempengaruhi potensi
pengembangan bisnis yang mencakup biaya-biaya material, transportation,
manufacturing dan inventory. "Ke depannya, prospek ekonomi Jawa barat
akan terus tumbuh di berbagai sektor seiring dengan progres pembangunan kawasan industri dan sarana prasarana transportasi, serta pemanfaatan IRIO dan Sistem Logistik Daerah (Silogda) dalam penentuan kebijakan perekonomian," ungkapnya

Pada kesempatan yang sama, Bagdja Muljarijadi, mengulas tentang
pemanfaatan IRIO dalam dunia akademis dan perencanaan ekonomi spasial.

Menurutnya, analisis dalam model IRIO memiliki kemampuan yang lebih luas dibandingkan model IO (Input Output), khususnya dalam analisis efek intradaerah, antar daerah, dan dampak umpan balik.

Kondisi interkonektivitas Provinsi Jawa Barat lebih banyak ditandai oleh keterkaitan di dalam provinsi, baik pada perdagangan barang antara, barang akhir, maupun input produksi.

Sementara untuk perdagangan antarprovinsi, mitra terbesar Jawa Barat utamanya adalah provinsi-provinsi di Pulau Jawa.

Dia menambahkan, konektivitas ekonomi antarwilayah yang digambarkan
dalam IRIO dapat memberikan arah kebijakan untuk pemulihan ekonomi
secara regional maupun nasional.

"Data IRIO dan analisis yang lebih mendalam diharapkan dapat dimanfaatkan oleh lembaga/kementerian maupun berbagai pihak untuk mendukung perencanaan pembangunan," pungkasnya. (N-2)

 

Baca Juga

MI/Depi Gunawan.

10 Orang Meninggal Dunia akibat DBD di Cimahi

👤Depi Gunawan 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 14:25 WIB
Dari 10 kasus meninggal akibat DBD didominasi usia...
MI/Kristiadi

Polisi Gencar Gelar Vaksinasi, Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya Melandai

👤Kristiadi 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 12:59 WIB
Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, berdasarkan hasil laporan yang diterimanya, tinggal satu orang yang menjalani isolasi di...
MI/Tosiani

Peserta Kuliah Tatap Muka Untidar Gunakan Sipadu dan Screening Aplikasi Peduli Lindungi

👤Tosiani 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 12:49 WIB
Tujuan pemberlakuan ketentuan ini untuk memastikan bahwa mahasiswa yang masuk ke dalam lingkungan kampus adalah mahasiswa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya