Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Pandemi belum berakhir, namun keinginan masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah sudah mulai meningkat. Kondisi ini pun didukung oleh program pemerintah dengan memberikan ke-mudahan pembelian properti tanpa uang muka serta penghapusan PPN sampai akhir tahun 2021.
"Saat ini dapat dikatakan sebagai waktu yang tepat untuk membeli rumah," ungkap CEO KPR Academy Oktavianus Pujianto, Kamis (23/9).
Menurut dia, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan satu skema pembiayaan yang paling banyak diminati masyarakat Indonesia. Faktanya 3 dari 4 transaksi pembelian rumah dilakukan dengan menggunakan KPR.
Adanya insentif dari pemerintah bukan berarti proses pengajuan KPR akan berjalan lancar. Fakta di lapangan menunjukan bahwa sebenarnya tidak mudah untuk mendapat persetujuan KPR dari bank. Tidak jarang seseorang harus mengajukan KPR sebanyak 2-3 kali.
Okie, panggilan akrab Oktavianus, berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait hal itu.
"Setelah menemukan rumah yang diinginkan dan melakukan negosiasi harga ke pihak pengembang atau penjual, calon pembeli akan memberikan uang tanda jadi. Biasanya, setelah itu mereka mencari penawaran produk KPR dari beberapa bank," paparnya.
Tahap inilah yang sering menjadi masalah dan tidak jarang membuat calon pembeli keliru mengambil keputusan karena kurangnya informasi.
Umumnya kebanyakan orang hanya mencari bank yang memberikan penawaran bunga paling rendah dan langsung mengajukan di bank tersebut.
Padahal, menurut Okie, bank dengan bunga KPR yang rendah pastilah memiliki kriteria persyaratan nasabah yang cukup tinggi di saat melakukan aktivitas pelepasan kredit.
Sementara dari sisi nasabah, bunga rendah bisa saja menjadi jebatan betmen. Pasalnya jika periode bunga rendah tersebut selesai, maka nasabah bisa saja tercekik saat memasuki periode bunga floating. Itu akan menggangu kondisi finansial yang berujung pada terjadinya tunggakan cicilan.
Okie juga membagi 3 langkah mudah mengajukan KPR lewat KPR Academy
"Melihat banyaknya kejadian seperti di atas, yang dalam banyak kasus mengakibatkan rumah nasabah yang dalam KPR jadi terancam dilelang, KPR Academy hadir sebagai partner perjalanan KPR," tambahnya.
Pengajuan KPR dilakukan secara online dengan 3 langkah mudah lewat platform www.kpracademy.com.
1. Calon nasabah mengisi kelengkapan data diri
2. Pemberian rekomendasi bank penyedia KPR terbaik
3. Permohonan KPR diproses oleh bank
KPR Academy, lanjut Okie, menyadari bahwa kondisi saat ini, ketika pandemi belum berakhir dan masih banyak aktivitas yang dibatasi akan menyulitkan calon nasabah apabila harus mendatangi bank satu per satu untuk bertanya seputar produk KPR yang dimiliki bank tersebut. Belum lagi kalau cabang bank yang didatangi tidak memiliki sales KPR, maka informasi bunga KPR terbaru akan semakin sulit didapat.
"Dengan mengajukan KPR melalui www.kpracademy.com, calon nasabah akan melalui proses screening oleh KPR Academy. Bagi mereka yang lolos proses screening, mereka akan dihubungi oleh Demy, Customer Service Virtual KPR Academy untuk proses verifikasi data yang sudah dimasukkan sebelumnya," tandasnya.
Apabila lolos proses verifikasi, calon nasabah akan mendapatkan rekomendasi bank penyedia KPR terbaik sesuai dengan profil masing-masing, selama data dan informasi yang disampaikan benar adanya. Semua proses cukup dilakukan hanya melalui ponsel.
Proses verifikasinya serta hasil rekomendasi bank penyedia KPR bisa didapatkan hanya dalam hitungan menit! "Tidak perlu lagi keluar masuk bank, ataupun pusing menghitung KPR bank mana yang lebih menguntungkan," jelasnya.
KPR Academy tidak memungut biaya apapun untuk semua proses KPR, bahkan memberikan konsultasi gratis bagi masyarakat yang mengajukan KPR lewat situs www.kpracademy.com.
Semua data yang masuk ke KPR Academy juga kami jamin kerahasiaannya. "Hal ini merupakan komitmen kami sebagai perusahaan teknologi finansial yang sudah tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tergabung dalam Asosiasi Fintech Indonesia," tegas Okie.
Peningkatan Literasi Keuangan
Selain itu bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), KPR Academy juga mendukung untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia yang masih terhitung rendah dibanding negara-negara lain se-Asia Tenggara.
Ada banyak kasus yang disampaikan lewat fitur konsultasi di website KPR Academy bahwa debitur KPR mengalami kerugian karena kurangnya informasi tentang hak dan kewajibannya sebagai debitur. Padahal walaupun debitur adalah pihak yang meminjam uang, tetap ada hak yang harus dipertahankan supaya bank tidak bertindak diluar perjanjian.
"Edukasi finansial kami lakukan melalui semua chanel sosial media (Instagram, Facebook, Twitter & Linkedin) @kpracademy serta youtube channel KPR Academy. Kami percaya dengan memberikan konten yang khusus di bidang KPR, masyarakat Indonesia bisa menjadi konsumen yang lebih cerdas dan kritis," tandas Okie. (N-2)
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Kita harus memastikan rumah yang dibangun aman dan berkelanjutan.
Backlog kepemilikan rumah mencapai 9,87 juta unit. Beberapa sumber lain bahkan menyebutkan angka hingga 10,9 juta atau 15 juta unit,
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved