Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI cara dilakukan masyarakat Aceh untuk mengusir covid-19 yang telah dua tahun melanda negeri ini. Selain dengan prokes kesehatan, perawatan medis, ada juga cara membaca doa qunut setiap salat lima waktu dan berdoa setelah salat.
Satu lagi yang tampak unik yaitu dengan cara berjalan kaki ber keliling kampung sambil melantunkan ayat Alquran, mengumandangkan zikir dan membaca doa tolak bala. Untuk mengusir kegelapan malam setiap orang memegang obor buluh bambu ditangannya.
Di Kabupaten Pidie misalnya, dalam sepekan terakhir banyak warga desa melakukan usaha atau berikhtiar berdoa tolak virus Corona dengan metoda mengelilingi permukiman warga. Terutama di kawasan pedalaman yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota.
Amatan Media Indonesia, pada Rabu (16/9) malam, di Desa Pante Garot dan desa tetanganya Meunasah Blang, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie misalnya. Ribuan warga setelah setelah salat insya berjamaah, berkumpul di depan masallah. Lalu dipimpin oleh beberapa tokoh agama dan tetua desa
bergerak dengan bekal obor berkeliling kampung.
Mereka melantunkan Allahu Akbar.... Allahu.... Akhbar....!
Lalu diteruskan doa-doa dalam Qur'an bernuasa ayat suci. Seperti Waquljaal haqqu wazahaqal bathil, innal bathila qana zhahuqa....!
Artinya: Dan katakanlah: Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap. Sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Qur'an Surat Al-Isra' ayat 81).
Di sudutsuduk kampung mereka berdiri sejenak, lantas berdoa yang dipimpin oleh seorang teungku atau ustadh.
Sabirin, warga Desa Blang Garot, Kecamatan Indajaya, kepada Media Indonesia menuturkan, doa keliling tolak bala dan pendemi Covid-19 ini dilakukan serentak di wilayah kemesjidan At-Taqwa Garot. Diantaranya adalah meliputi Desa Pante Garot, Meunasah Blang, Dayah Muara, Keubang dan Desa Meulayu.
"Walaupun digelar ramai-ramai berkeliling kampung, tapi harus sesuai protokol kesehatan Covid-19" kata Muslim warga lainnya.
Penelusuran Media Indonesia, di Aceh tolak bala dengan cara berdoa keliling kampung ini adalah tradisi turun temurun, sejak zaman kerajaan ratusan tahun silam. Itu biasanya dilakukan saat pandemi wabah penyakit menular mematikan, ketika serangan hama tanaman padi, musim kemarau panjang atau bala benjana lainnya.
Ratusan tahun silam di Aceh pernah mewabah penyakit virus menular berbahaya. Warga Aceh menyebutnya thaeun ija brok (thaun kain busuk). Ketika itu juga terjadi kematian masal dan berlarut di bumi berjulukan Serambi Mekkah ini.
Apalagi kendala pada zaman itu, minim penanganan medis secara evektif. Sesuai penuturan orang tua, diantara suatu cara ber ikhtiar minta pertolongnan yang maha kuasa, disetiap permukiman warga digelar doa bersama seraya berkeliling kampung hingga memasuki seluruh lorong kecil. (OL-13)
Baca Juga: Disurati Kadis Kesehatan, Kejari Sikka malah Tantang Duel
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved