Rabu 15 September 2021, 19:25 WIB

Sembilan Kabupaten Di NTT Alami Kemarau Panjang

Palce Amalo | Nusantara
Sembilan Kabupaten Di NTT Alami Kemarau Panjang

ANTARA
Ilustrasi

 

STASIUN Klimatologi Kelas II Kupang, Nusa Tenggara Timur kembali mengingatkan masyarakat untuk menghemat air. Peringatan itu menyusul kemarau panjang yang masih melanda daerah itu.

Sebanyak sembilan kabupaten masih mengalami hari tanpa hujan ekstrem atau lebih dari 60 hari. Kondisi tersebut masih berlangsung sampai Dasarian III September 2021 meliputi 62 kecamatan masuk kategori awas, 23 kecamatan masuk kategori siaga, dan 58 kecamatan waspada.

Kepala Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang, Rahmattulloh Aji mengatakan, mengatakan umumnya wilayah NTT mengalami hari tanpa hujan kategori pendek atau 1-5 hari, namun beberapa wilayah mengalami hari tanpa hujan ekstrem.

Selain itu, peluang hujan di wilayah NTT sangat rendah atau kurang dari 20 milimeter per dasarian dengan peluang 71-100 persen. "Daerah-daerah perlu melakukan antisipasi seperti budidaya pertanian tidak membutuhkan banyak air, waspada kebakaran hutan, lahan dan semak, serta hemat penggunaan air," ujarnya. (OL-15)

Baca Juga

Antara/Andreas Fitri Atmoko

Gerakan Malam Hari Loro Blonyo Percepat Capaian Vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Sabtu 18 September 2021, 00:50 WIB
Melalui gerakan vaksinasi yang dilakukan Komunitas Loro Blonyo dibantu TNI dan Polri, saat ini masyarakat di sekitar pantai selatan...
 ANTARA/Adwit B Pramono

Pandemi Mereda, Kebutuhan Tepung Diprediksi Meningkat

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 17 September 2021, 23:25 WIB
Produsen terigu BOLA Deli terus memperluas jaringan distribusinya hingga ke seluruh...
DOK/Pusat Prestasi Nasional

KSN Tingkat Provinsi 2021 Terapkan Sistem Proctoring

👤Widhoroso 🕔Jumat 17 September 2021, 23:12 WIB
KSN tingkat provinsi jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) 2021 yang berlangsung secara daring, menerapkan sistem...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya