Jumat 10 September 2021, 17:29 WIB

Banjir Merendam Dua Kecamatan di Kabupaten Ketapang

M. Iqbal Al Machmudi | Nusantara
Banjir Merendam Dua Kecamatan di Kabupaten Ketapang

Ilustrasi
Bencana banjir

 

HUJAN dengan intensitas tingg yang terjadi sejak kemarin (9/9) menyebabkan air Sungai Pawan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) meluap. Akibanya, luapan air tersebut merendam wilayah pemukiman warga di Kecamatan Muara Pawan dan Kecamatan Matan Hilir, Kabupaten Ketapang.

Menanggapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang akan menurunkan bantuan logistik untuk warga yang terdampak banjir tersebut.

"Rencananya hari ini kami akan turunkan bantuan logistik dengan menggunakan Speed Boat bagi warga terdampak banjir di dua kecamatan tersebut," kata Operator Pusdalops BPBD Kab. Ketapang Yogi dalam keterangannya, Jumat (10/9).

Adapun bantuan logistik yang akan diberikan sementara adalah beras dan mie instan.

Banjir tersebut dikabarkan merendam 4 Desa di 2 Kecamatan yaitu Desa Sungai Pelang di Kecamatan Matan Hilir, dan Desa Ulak Medang, Desa Tanjung Pasar, Desa Mayak di Kecamatan Muara Pawan.

Laporan BPBD Kab. Ketapang per Jumat (10/9), Sebanyak 1.538 KK atau 5.383 jiwa di Desa Sungai Pelang terdampak banjir tersebut. Selain itu satu sekolah dasar dikabarkan terendam. Tinggi Mata Air (TMA) berkisar antara 43 - 57 cm.

Baca juga : Kota Kupang Genjot Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Hingga saat ini, masih terdapat beberapa jalan yang tergenang air. BPBD setempat melaporkan tinggi air diperkirakan masih akan terus naik apabila hujan kembali turun.

"Prakiraan BMKG sore hari ini berpotensi turun hujan. Kami sudah siapkan personil TRC di lapangan apabila terjadi kenaikan tinggi air," imbuh Yogi

Sementara di Kecamatan Muara Pawan, banjir sudah mulai berangsur surut diketiga desa tersebut. Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Jumat (10/9) total ada 2.749 jiwa ynag terdampak dan 84 unit rumah terendam. TMA saat kejadian berikisar anatara 13 - 130 cm.

Tidak ada laporan warga yang mengungsi akibat fenomena tersebut.

"Sampai saat ini tidak ada laporan warga yang mengungsi baik ke rumah kerabat ataupun fasilitas milik daerah," tambah Yogi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Provinsi Kalimantan Barat akan memasuki musim hujan pada bulan September hingga November.

BNPB menghimbau kepada pemangku kebijakan dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipatif terhadap potensi angin kencang, hujan deras dalam waktu singkat sehingga memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga dengan memantau prakiraan cuaca hingga tingkat kecamatan melalui BMKG atau potensi bahaya maupun risiko di aplikasi inaRISK. (OL-2)

 

Baca Juga

dok.Ant

Inilah Daftar Sungai Terpanjang Di Indonesia

👤Abdullah Aziz Rajudin 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 12:00 WIB
INDONESIA merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak sungai dengan berbagai ukuran baik besar atau...
MI/Alexander PT

Parade Kreativitas Disabilitas Warnai HDI di Lembata

👤Alexander P. Taum 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 11:50 WIB
GOYANG Dendereo, yang sedang viral saat ini mewarnai perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI), Jumat...
MI/Denny Susanto

Korban Banjir Kalimantan Selatan Dapat Bantuan

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 11:30 WIB
PT Antang Gunung Meratus (AGM) menyerahkan bantuan perbaikan jembatan yang rusak di Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya