Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH mengapung selama dua hari di atas kapal, 115 penumpang KM Simba 01 yang mengalami patah kemudi di perairan mangoli kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan menggunakan KRI Alboqorah 867 ke Pelabuhan Sanana Kamis (9/9) malam.
Kepala Basarnas Ternate Muhammad Arafah kepada wartawan meyampaikan, Evakuasi 115 penumpang sisah KM Simba 01 ini memakan waktu cukup lama karena terkendala cuaca buruk.
"Tim SAR Gabungan yang melakukan evakuasi terkendala cuaca buruk, gelombang tinggi dan angin kencang. Namun pada pukul pukul 17.15 seluruh penumpang berhasil diselamatka, tim SAR ke Pelabuhan Sanana" Ungkap Arafah
Selain itu lanjut Arafah, untuk 13 orang ABK Kapal KM Simba masih berada di atas kapal dan akan dievakuasi oleh kapal milik PT.Harita nikel ke pelabuhan Labuha Halmahera Selatan.
"Atas evakuasi susulan tersebut maka seluruh penumpang kapal yang diselamatkan sebanyak 308 orang," Tandas Arafah. (OL-13)
Baca Juga: KM Simba Patah Kemudi Baru 180 Penumpang Dievakuasi
RATUSAN jaket pelampung disediakan oleh Pelindo selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal itu untuk menjamin keselamatan penumpang kapal laut.
Dua aset itu diserahkan dengan status hibah barang milik negara. Penyerahan kapal laut ini juga dibantu oleh Kejaksaan Negeri Bitung.
Masyarakat Jabodetabek cenderung memilih transportasi umum saat mudik. Sementara masyarakat di luar Jabodetabek lebih memilih kendaraan pribadi.
Tercatat jumlah penumpang kapal melewati pelabuhan Trisakti Banjarmasin, selama arus mudik dan balik Lebaran 2025 periode 21 Maret-11 April sebanyak 26.717 orang.
Fenomena ini juga berdampak pada peningkatan penumpang kapal laut. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memprediksi lonjakan 15% dibanding tahun sebelumnya,
Data PELNI mencatat, pada periode H-15 hingga H-9 Lebaran 2024, jumlah penumpang mencapai 106.234 orang.
Basarnas Bali gelar Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 selama 17 hari. 140 personel disiagakan di pelabuhan, bandara, dan objek wisata untuk antisipasi darurat.
Selanjutnya pada pukul 17.50 WIB Tim SAR gabungan kembali menemukan korban yang teridentifikasi bernama Hardianto dalam kondisi meninggal dunia
Tiga orang meninggal dunia setelah tertimbun longsoran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Adapun operasi SAR yang menjadi perhatian masyarakat antara lain kecelakaan pesawat pada 3 Agustus 2025 terhadap pesawat latih PK-S126 yang jatuh di Desa Benteng, Ciampea.
Penumpang dan awak pesawat Smart Air rute Nabire-Kaimana dipastikan selamat setelah pesawat melakukan pendaratan darurat di kawasan pantai dekat Bandara Nabire.
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved