Kamis 26 Agustus 2021, 23:10 WIB

Pandemi, Jambi Butuh 17,2 Ton Oksigen Cair

Mediaindonesia.com | Nusantara
Pandemi, Jambi Butuh 17,2 Ton Oksigen Cair

Antara
Tabung Oksigen

 

Provinsi Jambi membutuhkan 17,2 ton oksigen cair setiap hari untuk mendukung penanganan pasien COVID-19 di rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang lain, kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Sutiyono dari Satuan Tugas Oksigen Polda Jambi.

Saat menerima kedatangan satu isotank yang diimpor dari Malaysia pada Kamis (26/8) petang di Kota Jambi, ia mengatakan bahwa kebutuhan oksigen cair harian tersebut setara dengan 2.068 tabung oksigen ukuran enam meter kubik.

"Tingkat kebutuhan oksigen masih cukup tinggi, tetapi tidak setinggi beberapa minggu yang lalu, karena adanya dukungan dana CSR beberapa perusahaan yang kita terima dari Provinsi Jambi," kata Sigit.

Ia mengatakan bahwa isotank nantinya akan digunakan untuk mengambil oksigen cair dari perusahaan dan mendistribusikannya ke rumah sakit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan bahwa pemerintah provinsi melakukan pembelian isotank menggunakan dana bantuan tidak terduga (BTT) senilai Rp 1,3 miliar.

"Ini sesuai dengan kesepakatan dengan unsur Forkompinda ketika COVID-19 di Jambi sedang naik-naiknya," kata Bachyuni.

Isotank dengan kapasitas 26 ton tersebut, menurut dia, akan digunakan untuk mendukung distribusi oksigen ke rumah sakit yang ada di wilayah Provinsi Jambi.

Sebelum peralatan pendukungnya tiba, isotank yang diimpor dari Malaysia akan ditempatkan di kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi.

"Tergantung nanti kebutuhan dari rumah sakit, nanti mobil ini akan keliling ke rumah sakit yang membutuhkan," kata Bachyuni.

Sigit menjelaskan, pengadaan isotank dilakukan untuk mengatasi masalah dalam penyediaan dan pendistribusian oksigen untuk fasilitas kesehatan.

"Banyak kendalanya, seperti suplai yang berkurang, kemudian tidak ada alat angkut isotank," katanya.

Menurut dia, pengadaan isotank tidak melalui proses tender.

"Prosesnya 14 hari dari Malaysia, dengan bantuan kepolisian dan atase perdagangan yang ada di Malaysia diberikan kemudahan dan sampai di pelabuhan Tanjung Priok langsung dilakukan pengawalan sampai ke Jambi," demikian Kombes Pol Sigit Setiyono. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Ist

Merayakan Ulang Tahun sembari Berwisata di Gunung Mas Puncak

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 00:25 WIB
Pada 15 November 2021 nanti, hari jadi kedua akan dirayakan di Agrowisata PTPN VIII Gunung Mas, Puncak, Bogor, selama 3...
ANTARA/Galih Pradipta

Program Langit Biru, Pertamina Diskon Harga Pertalite di Nias

👤Yoseph Pencawan 🕔Senin 25 Oktober 2021, 22:20 WIB
Diskon Pertalite berlaku di Nias hingga 28 hari ke depan dan tersedia di 24...
MI/NURUL HIDAYAH

Pertanian Kabupaten Cirebon Butuh Intervensi Pemerintah Pusat

👤Nurul Hidayah 🕔Senin 25 Oktober 2021, 22:15 WIB
Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah yang berkontribusi terhadap swasembada beras...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya