Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Provinsi Jambi membutuhkan 17,2 ton oksigen cair setiap hari untuk mendukung penanganan pasien COVID-19 di rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang lain, kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Sutiyono dari Satuan Tugas Oksigen Polda Jambi.
Saat menerima kedatangan satu isotank yang diimpor dari Malaysia pada Kamis (26/8) petang di Kota Jambi, ia mengatakan bahwa kebutuhan oksigen cair harian tersebut setara dengan 2.068 tabung oksigen ukuran enam meter kubik.
"Tingkat kebutuhan oksigen masih cukup tinggi, tetapi tidak setinggi beberapa minggu yang lalu, karena adanya dukungan dana CSR beberapa perusahaan yang kita terima dari Provinsi Jambi," kata Sigit.
Ia mengatakan bahwa isotank nantinya akan digunakan untuk mengambil oksigen cair dari perusahaan dan mendistribusikannya ke rumah sakit.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan bahwa pemerintah provinsi melakukan pembelian isotank menggunakan dana bantuan tidak terduga (BTT) senilai Rp 1,3 miliar.
"Ini sesuai dengan kesepakatan dengan unsur Forkompinda ketika COVID-19 di Jambi sedang naik-naiknya," kata Bachyuni.
Isotank dengan kapasitas 26 ton tersebut, menurut dia, akan digunakan untuk mendukung distribusi oksigen ke rumah sakit yang ada di wilayah Provinsi Jambi.
Sebelum peralatan pendukungnya tiba, isotank yang diimpor dari Malaysia akan ditempatkan di kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi.
"Tergantung nanti kebutuhan dari rumah sakit, nanti mobil ini akan keliling ke rumah sakit yang membutuhkan," kata Bachyuni.
Sigit menjelaskan, pengadaan isotank dilakukan untuk mengatasi masalah dalam penyediaan dan pendistribusian oksigen untuk fasilitas kesehatan.
"Banyak kendalanya, seperti suplai yang berkurang, kemudian tidak ada alat angkut isotank," katanya.
Menurut dia, pengadaan isotank tidak melalui proses tender.
"Prosesnya 14 hari dari Malaysia, dengan bantuan kepolisian dan atase perdagangan yang ada di Malaysia diberikan kemudahan dan sampai di pelabuhan Tanjung Priok langsung dilakukan pengawalan sampai ke Jambi," demikian Kombes Pol Sigit Setiyono. (Ant/OL-12)
Sejak jutaan tahun lalu, rotasi Bumi terus mengalami perlambatan. Perlambatan ini terjadi akibat tarikan gravitasi Bulan yang menciptakan gaya pasang surut, berfungsi seperti rem alami.
Atmosfer Bumi tidak selalu kaya oksigen seperti saat ini. Sekitar 3 miliar tahun lalu, hampir tidak ada oksigen bebas di udara.
Keterlambatan penanganan penyakit pneumonia pada bayi bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen dalam waktu lama dan kondisi ini mempengaruhi perkembangan otaknya.
Hasil interaksi radiasi dengan es, seperti yang ditemukan di Europa atau Ganymede (bulan Jupiter), yang menghasilkan sedikit oksigen di permukaan, tetapi tidak membentuk atmosfer layak huni.
Bukti geologi menunjukkan bahwa sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu, Bumi mulai mengalami peningkatan kadar oksigen di atmosfer.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved