Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan terutama masyarakat adat suku dayak di kawasan Pegunungan Meratus nama Sumiati mantan kepala desa (pembakal) Pantai Mangkiling sangat dikenal dan dihormati. Sosok Sumiati diibaratkan seorang Srikandi pejuang dan pelindung Pegunungan Meratus.
Seperti biasa kediaman sederhana Sumiati di Desa Alat, Kecamatan Hantakan selalu ramai dikunjungi warga dan sebagian besar dari mereka adalah masyarakat pedalaman. Kedatangan mereka tidak hanya ingin melihat kondisi kesehatan Sumiati tetapi banyak pula yang meminta pendapat dan solusi dari berbagai permasalahan dihadapi di kampung mereka.
baca juga: Pegunungan Meratus
Sejatinya, Sumiati sendiri sudah cukup lama purna tugas sebagai pembakal. Dirinya menjabat pembakal Desa Pantai Mangkiling (saat ini Desa Datar Ajab) sebuah desa di terpencil di kaki Pegunungan Meratus untuk periode 1982-1999. Bahkan sejak menjadi mualaf Sumiati dan keluarga pindah turun gunung ke Desa Alat yang jaraknya 1-2 jam berkendaraan roda dua dari Desa Datar Ajab.
Meski tidak pernah mengenyam pendidikan formal, Sumiati mampu memimpin desanya dengan baik. Di usianya yang sudah senja 66 tahun dan kondisi kesehatannya pun kurang baik, Sumiati tetap berusaha membantu menyelesaikan permasalahan warganya.
"Sebagai sesepuh saya hanya bisa membantu sebatas memberi masukan dan pandangan terhadap masalah yang dihadapi warga, karena saya bukan lagi pemimpin mereka," tutur Sumiati.
Pejuang lingkungan
Sosok Sumiati seolah mengingatkan banyak pihak bahwa perjuangan menyelamatkan kawasan Pegunungan Meratus yang dikenal dengan Save Meratus sudah berlangsung sejak lama.
Jauh sebelum gencarnya penolakan ekspansi tambang dan industri sawit digaungkan dalam beberapa tahun terakhir ini, masyarakat pedalaman yang bermukim di sepanjang kaki Pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah berjuang mempertahankan pegunungan Meratus dari ekspansi industri perkayuan.
Salah seorang tokoh sentral dalam aksi penolakan aktifitas perusahaan pemegang HPH PT Daya Sakti waktu itu adalah Sumiati. Kala itu Sumiati masih sangat muda, 25 tahun saat menjabat Kepala Desa Pantai Mangkiling di tahun 1982. Ekspansi industri perkayuan yang membabat hutan perawan Gunung Sigaling secara besar-besaran berlangsung sejak 1981 dan terus meluas hingga masuk wilayah Desa Pantai Mangkiling.
Aksi pembabatan hutan besar-besaran ini sangat meresahkan masyarakat, karena penebangan juga merambah ke kawasan hutan adat yang dikeramatkan warga suku dayak Meratus. Kerusakan hutan Meratus sangat jelas terlihat, sehingga memicu protes warga yang dipimpin Sumiati.
"Setiap hari pohon-pohon berdiameter besar ditebang, terus meluas dan hutan menjadi rusak. Masyarakat khawatir kerusakan hutan memicu bencana dan akhirnya kami melakukan protes meminta perusahaan menghentikan aktifitasnya," tutur Sumiati sambil mengenang masa perjuangan waktu itu.
Ironisnya justru masyarakat yang disalahkan dan dituding menjadi penyebab kerusakan hutan karena kegiatan pembukaan lahan dengan sistem ladang berpindah. Namun Sumiati dan warganya pantang menyerah aksi penolakan dan desakan agar perusahaan angkat kaki dari hutan meratus terus berlangsung.
Kisah perjuangan masyarakat Pegunungan Meratus ini pun mendapat perhatian dunia internasional. Hingga 1986, Sumiati dibantu sejumlah wartawan dan organisasi lingkungan dari mancanegara menuntut agar perusahaan segera menghentikan aktivitas penebangan di kawasan Pegunungan Meratus.
Kuatnya penolakan warga yang dapat memicu konflik serta desakan dunia internasional terkait penyelamatan hutan Pegunungan Meratus yang merupakan paru-paru dunia, membuat perusahaan akhirnya angkat kaki.
Ancaman bencana
Namun hutan meratus terus menjadi incaran banyak pihak. Praktek penebangan liar secara sproradis terus berlangsung dan telah memicu semakin parahnya kerusakan hutan. Puncaknya kerusakan kawasan hutan telah menjadi penyebab utama terjadinya bencana banjir bandang pada 2013 dan terakhir pada awal 2021 lalu, dengan dampak yang sangat parah.
Kondisi ini membuat Sumiati sangat prihatin, seolah-seolah perjuangan warga dan masyarakat internasional untuk menyelamatkan meratus sia-sia. Karena itu Sumiati sampai kini masih lantang menyuarakan penyelamatan kawasan Pegunungan Meratus tidak hanya dari praktek penebangan liar tetapi juga ancaman ekspansi industri pertambagan.
Ia berharap adanya kesadaran masyarakat dan semua pihak tentang pentingnya menjaga hutan Meratus. Dan adanya tindakan nyata pemerintah dalam upaya penyelamatan kawasan Pegunungan Meratus. (N-1)
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menyatakan bahwa paparan dan usulan yang disampaikan oleh Anggota DPD RI Muhammad Hidayattollah menjadi catatan dan atensi bagi kementerian.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana hidrometeorologi menyusul semakin parahnya kondisi banjir di wilayah tersebut.
BPBD terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat sejumlah wilayah Kalsel saat ini mengalami banjir meliputi Kabupaten Banjar, Balangan dan Hulu Sungai Utara.
(KPK) membeberkan modus dugaan pemerasan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tiga orang jaksa di Kalsel. KPK telah menetapkan tiga tersangka
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter BK 117-D3 di kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan.
Seluruh jenazah korban Helikopter Tipe BK117-D3 diperkirakan akan tiba di RS Bayangkara Banjarmasin pada Kamis (4/9) malam, untuk diidentifikasi.
TIM Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan memperluas lokasi operasi pencarian helikopter BK 117-D3 yang diperkirakan jatuh di kawasan hutan Pegunungan Meratus.
Helikopter bernomor seri BK 117-D3 mengalami hilang kontak dengan perkiraan lokasi berada di kawasan hutan Pegunungan Meratus, Senin (1/9), sekitar pukul 12.00 Wita.
Kawasan hutan lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan seluas 119 ribu hektare akan ditetapkan sebagai Taman Nasional Pegunungan Meratus.
MASYARAKAT adat di pegunungan Meratus, Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan penolakan terhadap kebijakan perdagangan karbon yang dikampanyekan pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved