Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP tanggal 10 Muharram merupakan tradisi yang sesuai anjuran Islam, berbagi atau membahagiakan anak yatim. Dalam momentum tersebut, Wakil Ketua DPR, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin berbagi, memberikan santunan, memotivasi, dan menghadirkan pendongeng yang menghibur anak yatim se-Indonesia yang mengikuti kegiatan Refleksi Muharram secara virtual, kemarin.
"Semangat untuk menguasai ilmu tidak boleh berhenti. Semangat untuk mencari ilmu tidak boleh berhenti," kata Gus Muhaimin.
Menurutnya, pandemi Covid-19 selain berdampak pada persoalan kesehatan dan ekonomi, juga berdampak besar terhadap dunia pendidikan. Saat ini tantangan di bidang pendidikan semakin sulit.
”Tantangan pendidikan semakin sulit. Model pendidikan virtual atau daring belum efektif. Tidak ada jalan lain, apapun model pendidikannya, yang di Maluku, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, apapun modelnya, mau daring, mau tatap muka yang penting semangat mencari ilmu tidak boleh berhenti. Semangat untuk menguasai ilmu tidak boleh berhenti. Semangat untuk terbaik di dalam mencari ilmu tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Dirinya memaparkan, tahun ini menjadi tahun keprihatinan ilmu pengetahuan, namun juga harus menjadi tahun kebangkitan ilmu pengetahuan sekaligus kebangkitan Indonesia.
”Kenapa harus bangkit? Sudah terbukti kita terlambat mengatasi pandemi karena kita tidak punya ilmu dan teknologi. Kita terlambat memiliki vaksin, harus ngantre beli karena kita tidak bisa bikin. Kita terlambat mendeteksi penyakit kita karena kita tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.
”Adik-adik sekalian, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Rebut, mampukan diri, insyaallah Indonesia bisa bikin vaksin sendiri, bisa bikin obat sendiri, bisa bikin alat-alat kesehatan sendiri, tidak perlu beli mahal-mahal impor dari negara-negara lain,” kata dia menambahkan.
Hal senada diungkapkan Ketua DPP Perempuan Bangsa, Siti Mukaromah. Dalam sambutannya, dirinya memotivasi anak-anak untuk rajin beribadah dan mendoakan orang tua mereka yang telah meninggal dunia.
"Berprestasi, bercita-citalah setinggi langit. Jangan pernah berkecil hati, tetap rajin beribadah dan mendoakan orang tua, mendoakan pandemi segera berakhir," ujar Erma yang juga Anggota Komisi VI FPKB DPR RI ini.
Menurutnya tradisi yatiman yang kali ini dikemas dalam kegiatan Refleksi Muharram merupakan salah satu kegiatan sosial Perempuan Bangsa yang rencananya akan dilakukan setiap tahun.
Pandemi, lanjutnya, agar jangan sampai mengurangi kreatifitas dan produktivitas terutama dalam bidang sosial. Sebab dalam situasi pandemi, sebagian besar masyarakat mengalami dampaknya.
Selain memberikan santunan, kegiatan Perempuan Bangsa ini juga menghadirkan Pendongeng, Kak Iman secara virtual yang membagikan ilmu dan hikmah berbagi. Santunan sejumlah Rp 300 juta diberikan kepada sekitar 1.500 anak yatim yang tersebar di seluruhà wilayah di Indonesia. Kegiatan dihadiri anak-anak yatim tersebut secara virtual dengan protokol kesehatan ketat. (Ant/OL-13)
PKB menyebut arah kebijakan tersebut sebagai penerapan ekonomi konstitusi yang berpijak pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap kasus anak yang mengakhiri hidupnya akibat persoalan yang dinilai sepele namun berujung tragis.
PKB mendukung langkah-langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
Menurut Muhaimin, kepemimpinan Prabowo tidak hanya relevan untuk satu periode, tetapi juga memiliki potensi keberlanjutan.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Budi mengatakan KPK menduga Hery Sudarmanto yang merupakan tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan rencana penggunaan TKA (RPTKA), menerima uang hasil dugaan pemerasan sejak 2010.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved