Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
CURAH hujan yang tinggi sejak Selasa (17/8) sore telah menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Rabu (18/8) hingga malam hari. Akibat banjir tersebut, sebanyak 247 warga terdampak terpaksa dievakuasi.
"Tiga kecamatan yang paling parah terdampak banjir, yakni Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji. Di mana ketinggian air mencapai 50 cm hingga 150 cm," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kota Padang, Sutan Hendra, Kamis Pagi (19/8).
Dari tiga kecamatan tersebut, lanjutnya, warga di beberapa wilayah yang terdampak telah dievakuasi. Yakni di Batipuh Panjang, Komplek Gria Anak Air Permai (telah dievakuasi sebanyak 100 orang), Balai Gadang, dekat Lapas Anak Aia, Bungo Pasang, Kabun (Belakang Sate Uncu), Lubuk Minturun, Sungai Lareh, Perumahan Safa Marwah (telah dievakuasi sebanyak 4 orang).
Kemudian Balai Gadang, Perumahan Sparko depan SMAN 13 Padang. Tanjung Aua Balai Gadang (telah dievakuasi sebanyak 6 orang). Batipuh Panjang, dekat kantor lurah lama (telah dievakuasi sebanyak 4 orang). Batipuh Panjang, Parak Buruk Rt.03/Rw.05. Batipuh Panjang, Perumahan lembah karet blok C.42. Air Pacah, Belakang RS Baiturahmah (Palarik) (telah dievakuasi sebanyak 110 orang).
Dadok Tunggul Hitam, Parak Jambu Rw.09 dan Rw.10 (telah dievakuasi sebanyak 15 orang). Lubuk Buaya, Belakang Swalayan Citra. Lubuk Buaya, Perumahan Jihad indah Persada 2, Simpang Kalumpang. Sungai Sapih, Perumahan Berlindo, Belakang RSUD. Gunung Sarik, Komplek Vila Bukit Gading Permai tahap 3 blok O No.13 Pas Belakang Gedung Gizi RSUD. Tabing Banda Gadang.
"Warga yang terdampak telah kita evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman, juga ke sejumlah masjid di daerah tersebut. Selain banjir, juga terjadi pohon tumbang di sejumlah titik,'' tambahnya.
Guna mengevakuasi warga, BPBD Padang menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dibantu oleh Tim Rescue dari BPBD Sumatra Barat, TNI-Polri, Basarnas, PMI Kota Padang dan para relawan. (YH/OL-10)
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Polresta Padang kerahkan 600 personel gabungan amankan Ramadan 1447 H. Fokus tekan tawuran, balap liar, dan peringatan larangan Balimau di sungai.
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
“Saat ini progres sudah mencapai 98%. Tinggal 2% lagi, berupa penutupan U-ditch dan finishing,”
Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam.
KEBUTUHAN akan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kota Padang terus meningkat seiring berulangnya banjir yang melanda wilayah tersebut.
Akses utama ke kawasan terdampak banjir bandang bulan lalu di Batu Busuk itu kini terputus karena banjir susulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved