Selasa 10 Agustus 2021, 22:50 WIB

PHDI Minta Tarik Buku Sampradaya Hare Krishna dan Sejenisnya

Arnoldhus Dhae | Nusantara
PHDI Minta Tarik Buku Sampradaya Hare Krishna dan Sejenisnya

MI/Ruta Suryana
Ketua PHDI Bali, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, MSi.

 

POLEMIK tentang keberadaan aliran sampradaya di Bali terus berlanjut. Terkait aliran sampradaya, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali kembali mengingatkan pihak Kejaksaan Tinggi Bali selaku leading PAKEM (Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat), Kementerian Agama, Kepala Disdikpora Provinsi Bali dan juga seluruh Ketua Parisada Kabupaten/kota di Bali terkait keputusan yang pernah dibuat.

Keputusan yang dimaksud PHDI yakni terkait rekomendasi dan pencabutan surat pengayoman sampradaya yang tertuang dalam keputusan Pasamuhan Sabha Pandita PHDI Pusat, dan surat PHDI Pusat Nomor: 374/PHDI Pusat/VII/2021 tentang Pencabutan Surat Pengayoman Hare Krishna (ISKCON), tertanggal 30 Juli 2021.

Atas keputusan itu, PHDI Provinsi Bali dalam surat resminya (Surat Nomor: 075/PHDI-Bali/VIII/2021) meminta agar seluruh pihak mematuhi apa yang sudah menjadi kesepakatan tersebut. Yakni intinya mengajak Saudara-saudara umat Hindu yang juga penganut Sampradaya asing untuk sepenuhnya kembali pada ajaran Hindu Dharma Indonesia.

Selain itu, berdasarkan laporan dari beberapa PHDI Kabupaten/Kota di Bali, sepanjang tahun 2020- 2021 ketika polemik penolakan Sampradaya terus bergulir, sudah ada beberapa penganut Sampradaya asing, datang ke PHDI Kabupaten/Kota dan menyatakan kembali ke Hindu sesuai tradisi dresta Bali.

''Sepatutnya proses ini disambut dengan baik, dengan mengembalikan kerukunan dalam persaudaraan Hindu serta semangat menyama beraya yang merupakan kearifan budaya warisan leluhur,'' tulis Ketua PHDI Bali, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si melalui surat resminya.

Begitu juga terkait buku-buku SD dan SMP yang isinya sempat dipermasalahkan dan menimbulkan polemik di kalangan umat Hindu karena mengandung konten tentang sampradaya Hare Krishna (ISKCON) dan Sampradaya lainnya.  Ngurah Sudiana meminta buku tersebut untuk segera ditarik. 

''Kami memohon kepada instansi yang berwenang dan berwajib, melalui PAKEM agar melanjutkan penarikan buku-buku yang mengandung konten Sampradaya Hare Krishna (ISKCON) khususnya Bhagawadgita sesuai aslinya tulisan Srilla Prabhupada. Serta buku- buku pelajaran di seluruh jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi), toko buku dan masyarakat umum yang bertentangan dengan kearifan dan budaya lokal di Bali, melalui mekanisme pemeriksaan yang diatur dalam peraturan perundangan di Indonesia,'' pinta Sudiana.

Sedangkan kepada seluruh Ketua Parisada Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Bali, Sudiana juga memohon untuk menyosialisasikan dan memberikan bimbingan kepada umatnya, agar semua perbedaan dan permasalahan, diselesaikan dengan berpedoman pada nilai-nilai dharma dalam agama Hindu, serta kearifan lokal yang kita warisi dari para leluhur. (Arnoldus Dhae/OL/OL-10)

Baca Juga

Ist

Intani Dukung Petani di Ciwidey dan Lembang, Bandung, Ekspor Buncis

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 21:52 WIB
Intani berkolaborasi dengan CV Berkah Alam Pasundan (BAP) membina petani dan memasarkan hasil pertanian agar para petani mendapat kepastian...
ANTARA/Risky Andrianto

Apindo Jawa Barat Ajak Asosiasi Bersinergi, bukan Berkompetisi

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 21:40 WIB
Surat Edaran Gubernur Jawa Barat dinilai bisa menjaga stabilitas iklim...
MI/AGUS MULYAWAN

Jelang HUT, NasDem Jawa Barat Gelar Serangkaian Aksi untuk Warga

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 21:20 WIB
Pihaknya juga membekali peserta dengan tips dan solusi dalam membantu persoalan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mengenal Skandal Menghebohkan Pandora Papers

Rahasia kekayaan para elite kaya yang berasal dari 200 negara dan wilayah di dunia terungkap melalui dokumen Pandora Papers

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya