Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat rentetan gempa bumi tektonik terjadi di busur Jawa dalam empat hari terakhir.
Pada Jumat (6/8) pukul 18.08 WIB gempa dengan magnitudo 5,3 terjadi di Selat Sunda, pada Minggu (8/8) terjadi gempa dengan magnitudo 4,1 pada pukul 17.30 WIB dan pukul 20.07 WIB di selatan Jawa Barat, dan pada Senin (9/8) pukul 21.36 WIB gempa dengan magnitudo 4,8 terjadi di selatan Jawa Tengah.
"Ada beberapa hal yang menarik untuk kita cermati terkait kejadian rentetan gempa di busur Jawa ini," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Selasa.
Ia mengemukakan bahwa rentetan gempa tersebut tampak terjadi berurutan dari arah barat ke timur, dari Selat Sunda bergeser ke selatan Jawa tengah.
"Apakah aktivitas gempa signifikan ini akan berlanjut ke timur seperti Jawa Timur, Bali, atau hingga ke Lombok? Hal ini belum dapat diprediksi," katanya.
Menurut dia, rentetan gempa tersebut berpusat di Samudra Hindia dengan sumber gempa berada di zona sumber gempa megathrust, Benioff, dan sesar aktif di dasar laut dalam Lempeng Eurasia.
Rentetan gempa yang terjadi di busur Jawa, ia melanjutkan, sebagian besar pusat gempanya berada di kluster zona aktif gempa pada Juli 2021.
"Kita harus selalu waspada karena gempa kuat kapan saja bisa terjadi di zona sumber gempa aktif," kata Daryono.
Menurut hasil pemantauan BMKG dalam 20 hari terakhir, di wilayah Indonesia kluster zona aktif gempa terdapat di barat Aceh, Mentawai, Lampung, Selat Sunda, seluruh wilayah selatan Jawa, Lombok, Sumba, Sulawesi Tengah, Laut Maluku, Seram, dan Papua Barat bagian Utara.
Gempa di Selat Sunda (M5,3) pada Jumat (6/8) getarannya dirasakan maksimum pada skala IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah), gempa di selatan Jawa Barat pada Minggu (8/8) dirasakan maksimum III MMI (terasa seolah ada truk berlalu), dan gempa di selatan Jawa Tengah pada Senin (9/8) getarannya dirasakan maksimum III MMI.(Ant/OL-4)
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Berikut prakiraan cuaca Senin 12 Januari 2026 untuk kota-kota besar di Indonesia dikutip dari BMKG
Peta sebaran bencana sepanjang 2025 menunjukkan Pulau Jawa dan Sumatra masih menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana tertinggi di Indonesia.
Pemerintah daerah diminta mempercepat identifikasi ulang zona merah dan membatasi aktivitas warga di wilayah rawan selama periode peringatan dini.
STASIUN Meteorologi pada BMKG Yogyakarta terus memantau pergerakan dan perkembangan bibit Siklon Tropis 98S yang berada di perairan Samudera Hindia,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved