Selasa 10 Agustus 2021, 10:05 WIB

Bupati Sikka Bangun Jalan Baru Buka Akses Daerah Terisolir

Gabriel Langga | Nusantara
Bupati Sikka Bangun Jalan Baru Buka Akses Daerah Terisolir

MI/Gabriel Langga
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat meresmikan pembangunan jalan poros Kecamatan Magepanda-Mego, Senin (9/8)

 

WARGA Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur kini bisa bernafas lega. Akses jalan ke wilayah mereka mulai dibangun Pemkab Sikka. Selama bertahun-tahun, mereka harus memutar berjalan kaki puluhan kilometer sekedar untuk menjual hasil komoditasnya. Kendaraan roda dua sulit mencapai daerah tersebut, apalagi roda empat, kecuali dengan kuda.

Pada Senin (9/8), menjadi momen sejarah bagi warga di Wilayah Kecamatan Magepanda. Karena di bawah kepemimpinan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, bupati langsung turun membuka akses jalan poros kecamatan yang menghubungkan Desa Magepanda dan Desa Gera. Hal ini dibuktikan dengan diturunkan alat berat di lokasi tersebut.

Kepala Desa Magepanda, Servasius Mau mengatakan, sejak Indonesia merdeka tak ada akses jalan untuk dilewati kendaraan di wilayahnya. Masyarakat harus memikul hasil komoditinya dengan kuda. Sementara kalau warga yang tidak memiliki kuda mereka harus menyewa kudanya. Padahal wilayah ini memiliki potensi hasil komoditi yang luar biasa seperti, cengkeh, kemiri, mete dan lainnya.

"Sejak Indonesia merdeka belum ada akses jalan. Jadi warga harus menyewa kuda untuk angkut hasil komoditinya. Setiap kepemimpinan Bupati selalu kita usul untuk membuka akses jalan poros kecamatan tetapi tidak pernah realisasi. Baru kepemimpinan Bupati Fransiskus Roberto Diogo impian masyarakat bisa terwujud," ujar Kades Magepanda ini.

Kades Servasius mengaku lega dengan dibukanya akses jalan poros kecamatan. Sebab warga tidak lagi kesulitan untuk mengangkut hasil komoditinya, kedepannya kendaraan roda dua dan empat bisa lewat.

"Tadi Bupati Sikka turun langsung ke lokasi pembukaan jalan ini. Saya mewakili masyarakat ucapkan terimakasih. Impian kami bertahun-tahun akhirnya bisa terwujud. Tentunya ada akses jalan ini bisa meningkatkan perekonomian warga," ungkap Kades Servasius.

Sementara itu, salah satu tokoh muda Magepanda, Benediktus Lukas Raja menjelaskan, kerinduan warga mendapatkan akses jalan poros kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Mego di Desa Gera dan Kecamatan Magepanda di Desa
Magepanda sudah lama sejak dari nenek moyang.

Wilayah Kecamatan Magepanda dan Kecamatan Mego, jelas dia, dibatasi oleh gunung yang memiliki kebudayaan sama. Ketiadaan akses jalan ini membuat masyarakat setempat harus memikul hasil komoditinya dengan menggunakan kuda atau pikul sendiri.

"Setiap momen politik dan setiap kepemimpinan Bupati, kita hanya minta buka akses jalan baru Magepanda-Mego tetapi semua permintaan kita sirna. Kali ini kami bersyukur di masa Kepemimpinan Bupati Fransiskus Roberto Diogo telah merespon dan menjawab permintaan kami. Ini momen bersejarah," ujar dia

Diki Raja yang juga anggota DPRD Sikka pertama dari Kecamatan Magepanda ini menuturkan, pembangunan jalan poros kecamatan selain menyatukan kebudayaan Lio, juga ekonomi.

"Saya yakin dibukanya jalan ini pendapatan masyarakat akan meningkat. Jika pendapatan meningkat maka pertumbuhan ekonomi warga pasti akan meningkat juga. Kalau pertumbuhan ekonomi wilayah di poros kecamatan meningkat, otomatis pendapatan asli daerah juga ikut naik karena masyarakat punya kemampuan untuk bayar pajak," tandas aktivis GMNI ini.

Dalam kesempatan iti, Fransiskus Roberto Diogo mengatakan, sejak dirinya terpilih menjadi Bupati Sikka niat untuk membuka jalan di daerah terisolasi sudah menjadi visi misinya sehingga tahun ini ada sekitar 80 ruas jalan yang akan dibangun menggunakan dana pinjaman daerah.

Untuk pembukaan jalan baru poros kecamatan ini, jelas dia, menggunakan dana insentif daerah. Pihaknya juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp8,3 Miliar lebih untuk peningkatan jalan poros kecamatan sepanjang 13,2 Kilometer, yang tahun ini juga dikerjakan dengan menggunakan dana pinjaman daerah.

"Saat ini kita dalam proses pencairan untuk biaya 80 ruas jalan termasuk yang ada di Kecamatan Magepanda ini. Kalau wilayah ini kita kerjakan tahun ini  dengan sepanjang 13,2 Kilometer. Jadi tahun ini tuntas soal jalan," papar Bupati Sikka.

Disampaikan dia, pembukaan jalan di daerah baru ini tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi. Mengingat banyak potensi hasil komoditi yang sudah dikembangkan selama ini.

"Pembukaan jalan baru ini dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dampak ekonomi yang luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah ini," yakin Bupati Sikka.

Bupati Sikka meminta kepada kontraktor dalam pelaksanaannya jangan asal kerja. Tapi bekerja dengan bertanggung jawab. "Pekerjaan pemerintah apa saja baik pekerjaan bangunan atau apa saja yang masuk dalam wilayah kita masyarakat harus ambil bagian dalam pengawasan. Jadi saya minta masyarakat harus awasi," pungkas dia. (OL-13)

Baca Juga: Tradisi Penjamasan Pusaka Abirawa di Pendopo Kabupaten Batang

 

Baca Juga

ANTARA

Kota Semarang Izinkan Tempat Hiburan dan Wisata Buka Saat Nataru

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:10 WIB
PEMERINTAH Kota Semarang, Jawa Tengah mengizinkan seluruh tempat hiburan dan obyek wisata buka saat liburan Natal dan Tahun Baru...
MI/Gabriel Langga

Sikka Jadi Model Closed Loop Hortikultura di NTT

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:03 WIB
MELALUI anak-anak muda yang terlibat di bidang pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ingin menjadi Kabupaten Sikka sebagai...
MI/BAYU ANGGORO

Di Era Robotisasi, ASN Harus Punya Kompetensi Standar Teknis

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 02 Desember 2021, 22:55 WIB
Nantinya, bukan tidak mungkin banyak jabatan ASN yang akan dilebur karena pekerjaannya diganti dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya