Kamis 05 Agustus 2021, 13:35 WIB

13.762 Ibu Hamil di Tasikmalaya akan Jalani Vaksinasi

Kristiadi | Nusantara
13.762 Ibu Hamil di Tasikmalaya akan Jalani Vaksinasi

ANTARA
Vaksinasi covid

 

DINAS Kesehatan Pemerintah Kota Tasikmalaya berencana memvaksinasi 3.862 ibu hamil. Pelaksanaan vaksin tersebut akan dilakukan setelah menerima vaksin mengingat kondisi sekarang hanya diperuntukkan bagi warga terutamanya pada tahap kedua.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, untuk percepatan vaksinasi bagi masyarakat sekarang ini masih mengalami kendala, terutamanya persediaan vaksin belum datang tetapi pelaksanan tahap ke dua. Akan tetapi, kendala tersebut pencapaian vaksinasi sudah dilakukannya mencapai 20,25%.

"Kami masih menunggu 5 ribu vial yang ditargetkan hingga di akhir bulan Desember nanti sesuai sasaran 560.243 orang. Karena, sekarang ini akan dilakukan terhadap ibu hamil dan untuk targetnya sendiri 3.862 orang. Tetapi mereka akan divaksinasi setelah vaksinnya datang," katanya, Kamis (5/8/2021).

Uus mengatakan, vaksinasi terhadap ibu hamil memang penting mengingat peningkatan risiko menjadi berat apabila mereka terkonfirmasi positif Covid-19. Karena berdampak pada kehamilan dan bayi itu. Sehingga diperlukan upaya untuk memberikan vaksinasi supaya menekan angka kematian. Namun, vaksinasi terhadap ibu hamil selama ini bisa dilakukan karena sangat aman guna menjaga kekebalan tubuh dan janin.

"Untuk vaksinasi terhadap ibu hamil (bumil) di Kota Tasikmalaya berencana akan dilakukan tapi, sekarang ini belum melakukannya karena kebutuhan stok vaksin sendiri kosong dan jika adanya pengiriman 5 ribu vial dari Kemenkes akan langsung digelar vaksinasi massal. Akan tetapi, pelaksanaan sekarang ini masih dilakukannya kepada masyarakat terutamanya pada vaksin kedua," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani mengatakan, vaksinasi pada ibu hamil yang akan dilakukannya sekarang ini target sasarannya 9.900 orang dalam upaya untuk meningkatkan herd immunity. Namun, selama ini penyebaran virus korona yang terjadi pada ibu hamil di wilayahnya tercatat ada 168 orang terpapar Covid-19.

"Dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 kepada ibu hamil harus dilakukannya dengan vaksinasi untuk meningkatkan herd immunity. Akan tetapi, vaksinasi terhadap mereka untuk memberikan rasa aman dan nyaman supaya meningkatkan kekebalan tubuh bagi mereka dan di Kabupaten Tasikmalaya sendiri tercatat 9.900 orang lebih karena mereka memenuhi syarat yang sudah ditentukan oleh Kementrian kesehatan," paparnya.

Menurutnya, vaksinasi yang dilakukan kepada ibu hamil memang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi di antaranya suhu tubuh tidak lebih dari 37,5 derajat Celcius, usia kehamilan 13 minggu, tidak memiliki riwayat alergi berat, gejala preeclampsia seperti sesak napas, gatal di seluruh tubuh dan bengkak. Namun, mereka juga tidak punya penyakit penyerta misalnya jantung, diabetes, asma, penyakit paru, HIV, penyakit tiroid, penyakit ginjal kronis, dan penyakit hati.

"Untuk syarat lainnya tidak memiliki penyakit autoimun, tidak sedang mendapat pengobatan untuk gangguang pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun dan bukan penerima produk darah atau transfuse, tidak sedang mengonsumsi obat yang sedang memiliki sifat imunosupresif, seperti kortikosteroid dan kemoterapi. Jika pernah terkonfirmasi positif Covid-19 sudah lebih dari tiga bulan yang lalu akan vaksin ditunda," pungkasnya. (AD/OL-10)

Baca Juga

ANTARA

Kota Semarang Izinkan Tempat Hiburan dan Wisata Buka Saat Nataru

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:10 WIB
PEMERINTAH Kota Semarang, Jawa Tengah mengizinkan seluruh tempat hiburan dan obyek wisata buka saat liburan Natal dan Tahun Baru...
MI/Gabriel Langga

Sikka Jadi Model Closed Loop Hortikultura di NTT

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:03 WIB
MELALUI anak-anak muda yang terlibat di bidang pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ingin menjadi Kabupaten Sikka sebagai...
MI/BAYU ANGGORO

Di Era Robotisasi, ASN Harus Punya Kompetensi Standar Teknis

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 02 Desember 2021, 22:55 WIB
Nantinya, bukan tidak mungkin banyak jabatan ASN yang akan dilebur karena pekerjaannya diganti dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya