Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN sepanjang musim kemarau tahun ini (April-Agustus) telah menghanguskan ratusan hektare hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dinas Kehutanan Kalsel mencatat luas areal yang terbakar sedikitnya 142,9 hektare dan 29 hektare di antaranya berada dalam kawasan hutan.
Dalam beberapa waktu terakhir, karhutla di Kalsel semakin parah. Areal kebakaran tersebar merata di hampir semua wilayah seperti Kota
Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan Tabalong, Tanah Laut, hingga Kotabaru.
Baca juga: Perusda Riau Gugat Chevron SL dan JP Morgan di PN Jakarta Pusat
Tidak hanya di kawasan APL atau pertanian dan semak belukar, kebakaran juga melanda kawasan taman hutan raya (Tahura) Sultan Adam dan lokasi hutan lindung di Kabupaten Tanah Laut.
Di beberapa daerah seperti Kota Banjarbaru dan sebagian Tanah Laut juga mulai diselimuti kabut asap.
"Sebaran titik api yang muncul selama musim kemarau di Kalsel sebanyak 746 titik api dengan luas areal terbakar 142,9 hektare, dengan 29 hektare di antaranya berada di dalam kawasan hutan," tutur Kepala Seksi Karhutla Dinas Kehutanan Kalsel, Bambang, Senin (2/8).
Data luas karhutla ini jauh lebih kecil dibanding data yang dirilis Kementerian LHK dengan luas karhutla di Kalsel sejauh ini mencapai luas 876 hektare.
Tahun sebelumnya, luas karhutla di Kalsel seluas 4.017 hektare.
Pada bagian lain, upaya pemadaman karhutla melalui udara menggunakan helikopter water bombing dijadwalkan mulai dilakukan hari ini, Senin
(2/8).
"Heli water bombing kemarin melakukan instalasi eksternal atau pemasangan bucket pengangkut air, dan hari ini sudah bisa mengudara,"
ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel.
Water bombing akan dilakukan di lokasi yang sulit dijangkau tim satgas darat (Manggala Agni) berdasarkan hasil pemantauan udara helikopter patroli.
Berdasarkan laporan tim patroli udara yang menggunakan helikopter Delta RTJ Robinson, terpantau kebakaran terjadi di lokasi yang
sulit dijangkau lewat jalur darat. Beberapa lokasi kebakaran juga berada di areal perkebunan sawit serta lahan gambut. (OL-1)
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana hidrometeorologi menyusul semakin parahnya kondisi banjir di wilayah tersebut.
BPBD terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat sejumlah wilayah Kalsel saat ini mengalami banjir meliputi Kabupaten Banjar, Balangan dan Hulu Sungai Utara.
(KPK) membeberkan modus dugaan pemerasan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tiga orang jaksa di Kalsel. KPK telah menetapkan tiga tersangka
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menerjunkan 3.800 personel untuk membantu kelancaran dan keamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Selain modul ambulans, Prabowo memerintahkan TNI agar ditambah alat penanggulangan bencana. Khususnya saat kebakaran.
WAKIL Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki memberikan semangat pada seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengelola kawasan hutan,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved