Senin 26 Juli 2021, 07:20 WIB

Kebutuhan Oksigen Kalsel Meningkat Seiring Bertambahnya Positif Covid-19

Denny Susanto | Nusantara
Kebutuhan Oksigen Kalsel Meningkat Seiring Bertambahnya Positif Covid-19

MI/Denny S
Sebanyak 56 ton liquid oksigen tiba di pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalsel, Minggu (25/7).

 

SEJUMLAH rumah sakit di kabupaten/kota di Kalimantan Selatan mulai kehabisan stok oksigen sehingga terpaksa menolak melayani pasien baru yang memerlukan perawatan medis menggunakan oksigen. Pemprov Kalsel bentuk Satgas Oksigen.

Informasi dihimpun media  rumah sakit sejumlah daerah di Kalsel seperti RS Idaman Kota Banjarbaru, RS Ratu Zaleeha Kabupaten Banjar, RS Datu Sanggul Kabupaten Tapin menyatakan tidak dapat lagi menerima pasien yang memerlukan penanganan menggunakan oksigen. RS Ulin Banjarmasin yang merupakan rumah sakit rujukan utama di Kalsel juga menghadapi kondisi semakin menipisnya stok oksigen dan pasien covid 19 yang membludak.

Demikian juga kondisi dialami RS Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin mengalami keterbatasan stok oksigen. Kelangkaan oksigen ini memicu terjadinya lonjakan harga oksigen di pasaran.

Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, mengakui semakin menipisnya stok oksigen yang ada di rumah sakit di sejumlah daerah di wilayah tersebut. "Saat ini terjadi lonjakan kebutuhan oksigen di rumah sakit. Terkait hal ini kita telah membentuk Satgas Oksigen di Kalsel," ucap Safrizal, saat memantau kedatangan kapal pengangkut tangki oksigen dari Surabaya yang tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (25/7) malam.

Satgas oksigen yang melibat semua unsur terkait termasuk aparat keamanan hingga KSOP tersebut bertujuan untuk mengawasi dan membantu kelancaran distribusi serta menjamin ketersediaan stok oksigen terutama untuk pelayanan kebutuhan medis. Dikatakan Safrizal pihaknya telah berkoordinasi kepada tiga perusahaan dan distributor oksigen untuk bekerja 24 jam untuk memastikan stok oksigen aman.

"Untuk sementara pasokan oksigen bagi sektor industri kita hentikan dan kita fokuskan untuk kepentingan medis. Distribusi dan perdagangan oksigen juga kita awasi dan hanya boleh dibeli pihak rumah sakit atau yang punya rekomendasi, tidak dijual untuk umum," tegas Safrizal.

Sebanyak 56 ton oksigen semalam tiba di pelabuhan Tri Sakti dan Pj Gubernur Kalsel Safrizal menginstruksikan agar langsung didistribusikan ke rumah sakit dan setelahnya langsung dikirim kembali ke Surabaya untuk pengiriman kembali. Pasokan oksigen ini pada saat normal cukup untuk kebutuhan industri dan medis sepekan, namun dalam situasi sekarang diperkirakan hanya cukup 2-3 hari. (OL-13)

Baca Juga: Vaksinasi Covid Dosis ke 2 di Kota Cirebon Diadakan Lagi

Baca Juga

dok.ant

Endek Bali Diharapkan Jadi Busana Resmi dalam KTT G20

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 25 Mei 2022, 09:20 WIB
PEMPROV Bali saat ini sedang berkoordinasi dengan pusat untuk memasukan tenun ikat tradisional Bali yakni endek agar bisa menjadi busana...
dok.ant

Warga Terdampak Banjir Rob Mulai Diserang Penyakit dan Kekurangan Air

👤Akhmad Safuan 🕔Rabu 25 Mei 2022, 08:25 WIB
DAMPAK banjir air laut pasang (rob) kembali dirasakan warga di beberapa daerah di pantura Jawa Tengah, selain kekurangan air bersih warga...
Dok.Ist

Pemerintah Bangun Kawasan Perbatasan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 07:48 WIB
Gerbangdutas tak hanya menjadi upaya meningkatkan pertahanan, keamanan, dan penegakan hukum, tapi juga mengatasi keterisolasian wilayah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya