Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda
Jambi membentuk tim kusus untuk mengatisipasi terjadinya penimbunan
oksigen oleh para spekulan di tengah galau pandemi Covid-19 saat ini.
Tim ditugasi mengawasi ketat mulai dari pendistribusian hingga
penjualan tabung oksigen berikut isinya dari tingkat distributor, agen
hingga tingkat pedagang pengecer. Tujuannya, supaya tidak ada
penimbunan dan kenaikan harga.
Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jambi Ajun Komisaris Besar M Santoso
menyatakan, akan memanggil dan memproses siapa saja yang terindikasi
dan terlibat melakulan penimbunan atau menjual oksigen di atas harga eceran tertinggi (HET).
"Jika nanti ditemukan ada unsur pelanggaran, maka untuk sanksinya kita
koordinasikan dengan instansi berwenang dan sanksinya bisa saja
nantinya dicabut izin para distributor tersebut," katanya.
Santoso merilis, sampai saat ini, pasokan atau stok tabung oksigen
sendiri di Jambi masih mencukupi. Hal ini diketahui berdasarkan hasil
pengecekan ke sejumlah agen penjual oksigen di Kota Jambi.
Sementara itu untuk harga, Santoso mengatakan relatif stabil, meskipun
ditemukan ada sedikit kenaikan harga pada beberapa pedagang.
"Untuk harga masih stabil walaupun adapun kenaikan sekitar Rp5.000. Hal itu masih wajar," kata Santoso, didampingi Panit I Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi AKP Dhadhag Anindito.
Santoso menjelaskan, persediaan oksigen saat ini memang diutamakan
untuk kebutuhan rumah sakit guna penanganan pasien covid-19. Sebab
itu, pendistribusian oksigen ke rumah sakit dan apotik sudah
ditentukan dan orang luar tidak bisa membeli.
Sementara itu, Dhadhag Anindito menambahkan, pihak kepolisian siap
membantu pengawalan terkait pendistribusian oksigen ke pedagang agen.
Dia menegaskan, pihak agen jangan segan untuk minta bantuan pengawalan
kepada kepolisian jika merasa ada kekhawatiran terkait
pendistribusian. (N-2)
Sejak jutaan tahun lalu, rotasi Bumi terus mengalami perlambatan. Perlambatan ini terjadi akibat tarikan gravitasi Bulan yang menciptakan gaya pasang surut, berfungsi seperti rem alami.
Atmosfer Bumi tidak selalu kaya oksigen seperti saat ini. Sekitar 3 miliar tahun lalu, hampir tidak ada oksigen bebas di udara.
Keterlambatan penanganan penyakit pneumonia pada bayi bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen dalam waktu lama dan kondisi ini mempengaruhi perkembangan otaknya.
Hasil interaksi radiasi dengan es, seperti yang ditemukan di Europa atau Ganymede (bulan Jupiter), yang menghasilkan sedikit oksigen di permukaan, tetapi tidak membentuk atmosfer layak huni.
Bukti geologi menunjukkan bahwa sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu, Bumi mulai mengalami peningkatan kadar oksigen di atmosfer.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved