Rabu 21 Juli 2021, 18:04 WIB

Tertekan PPKM Darurat Medan, Hunian Hotel Anjlok di Bawah 10%

Yoseph Pencawan | Nusantara
Tertekan PPKM Darurat Medan, Hunian Hotel Anjlok di Bawah 10%

ANTARA
Okupansi hotel di Kota Medan turun hingga di bawah 10% akibat PPKM Darurat.

 

TINGKAT hunian hotel di Kota Medan mengalami penurunan secara drastis selama pemberlakuan PPKM Darurat. Sebelum pemberlakuan PPKM Darurat di Kota Medan, kamar hotel terisi rata-rata di angka 50%. Namun tingkat okupansi kembali ngedrop setelah PPKM Darurat diterapkan.

"Sekarang ini rata-rata keterisian hotel hanya di bawah 10%, khususnya di Kota Medan," ungkap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sumut Denny Wardhana, saat dikonfirmasi, Rabu (21/7).

Dia menjelaskan, pada awal status pandemi, tamu hotel sempat turun drastis hingga di bawah 50%. Dan kini kondisinya lebih turun lagi hingga menjadi di bawah 10%.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diiringi juga dengan penyekatan mobilitas masyarakat telah sangat menekan kedatangan tamu hotel. Begitu juga dengan pelaksanaan event yang mulai ada digelar di hotel, dengan penerapan protokol kesehatan. Kini tidak ada sama sekali karena memang menjadi salah satu yang dilarang dalam PPKM Darurat.

Kondisi ini semakin menyulitkan manajemen hotel untuk menghindarkan mereka dari kerugian. Apalagi tetap masih ada pengeluaran jumbo yang harus mereka keluarkan meski sepi tamu, seperti tagihan listrik.

Salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan usaha adalah dengan merumahkan karyawan. Menurut Denny, para pemilik dan manajemen hotel di Kota Medan telah merumahkan lebih dari separuh karyawannya.

Selain alasan efesiensi, kebijakan perumahan karyawan ini sekaligus mematuhi salah satu aturan PPKM Darurat. Yakni mewajibkan karyawan untuk bekerja dari rumah (work from home/WFH) dengan jumlah minimal 50%.

Untuk efisiensi ini juga, kalangan perhotelan, melalui PHRI, telah mengajukan keringanan pembayaran atau tagihan mereka. Seperti tagihan listrik dan pembayaran kredit bank.

"PHRI Sumut sudah mengajukan keringanan tagihan listrik ke PLN. Sedangkan mengenai keringanan pembayaran kredit bank sudah diajukan PHRI Pusat," ujarnya. (YP/L-10)

Baca Juga

MI/Heri Susetyo.

Terkendala Biaya, Tempat Isolasi Hotel Delta Sinar Mayang Ditutup

👤Heri Susetyo 🕔Rabu 28 Juli 2021, 13:27 WIB
Sejak awal pandemi, Hotel Delta Sinar Mayang Kabupaten Sidoarjo dijadikan tempat isolasi bagi warga yang terpapar...
AFP/Mario Tama

PT. Santos Jaya Abadi dan Kemenperin Gelar Vaksinasi untuk 2.000 Karyawan di Karawang

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Juli 2021, 13:07 WIB
Pada Rabu (28/7/ 2021), bertempat di PT. Santos Jaya Abadi, Plant 2, Karawang, dilaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19 gotong royong yang...
MI/Heri Susetyo

Yayasan Budha Tzu Chi dan Pengusaha Peduli NKRI Sumbang 5 Ribu Paket Sembako

👤Heri Susetyo 🕔Rabu 28 Juli 2021, 12:53 WIB
Bupati Ahmad Muhdlor dan sejumlah anggota Forkopimda Sidoarjo hadir dalam pemberangkatan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya