Minggu 18 Juli 2021, 00:55 WIB

19.121 Warga di Kalimantan Barat Terdampak Banjir

Mediaindonesia | Nusantara
19.121 Warga di Kalimantan Barat Terdampak Banjir

ANTARA/Ho
Kondisi banjir yang merendam ribuan rumah di sejumlah kecamatan wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada penambahan warga terdampak banjir di Kabupaten Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) dengan total menjadi 7.357 kepala keluarga (KK) atau 19.121 jiwa.
 
"Dari laporan perkembangan dan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu pukul 10.00 WIB pada 17 Juli 2021 ada penambahan warga terdampak banjir, menjadi 19.121 jiwa yang tersebar di sejumlah kecamatan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Putussibau (ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu), Sabtu.
 
Warga Kapuas Hulu terdampak banjir yang terjadi sejak 13 Juli 2021 itu terbagi di beberapa wilayah kecamatan, yaitu di Kecamatan Hulu Gurung sebanyak 1.147 KK atau 4.112 jiwa dan Kecamatan Silat Hulu sebanyak 1.841 KK atau 6.821 jiwa.
 
Kecamatan Boyan Tanjung sebanyak 3.879 KK atau 6.537 jiwa, di Kecamatan Pengkadan sebanyak 190 KK atau 569 jiwa, Kecamatan Bunut Hulu sebanyak 118 KK atau 472 jiwa dan di Kecamatan Silat Hilir sebanyak 182 KK atau 610 jiwa.

Baca juga: BNPB Imbau Kalbar Waspada Dampak Curah Hujan 20-22 Juli

Untuk pengungsi, BPBD Kabupaten Kapuas Hulu mencatat sedikitnya ada 422 KK atau 1.681 jiwa yang terpaksa mengungsi akibat banjir tersebut.
 
"Dalam hal ini, jumlah warga yang mengungsi antara lain di Desa Nanga Luan sebanyak 126 KK atau 605 jiwa, Desa Entebi sebanyak 113 KK atau 466 jiwa dan di Desa Bongkong sebanyak 182 KK atau 610 jiwa," kata Abdul Muhari.
 
Kemudian untuk kerugian materi, sejauh ini tercatat ada 5.002 unit rumah terendam dan 217 fasilitas umum terdampak.
 
"Hingga saat ini, anggota BPBD Kabupaten Kapuas Hulu bersama tim gabungan dari unsur TNI, Polri dan lintas instansi terkait masih berjibaku melanjutkan pendataan di lokasi," kata Abdul Muhari.
 
Adapun kendala yang dihadapi masih sama, yakni terbatasnya jaringan komunikasi selular sehingga menghambat kinerja pendataan oleh tim di lapangan.(Ant/OL-4)

Baca Juga

MI/A Yakub

Perempuan Jenggala Gelar Vaksinasi Covid-19 di Gresik

👤Akhmad Yakub 🕔Minggu 26 September 2021, 19:07 WIB
VAKSINASI Covid-19 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur menjadi vaksinasi ke-9 dari rangkaian program vaksinasi Jelajah...
ANTARA/Nyoman Budhiana

Wagub: Bali Siap Sambut Kedatangan Wisatawan Mancanegara

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 17:30 WIB
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menegaskan daerah setempat sudah siap menyambut kedatangan wisatawan mancanegara,...
Antara/HO-KKP

Penyu Terbesar di Dunia Muncul di Kalimantan Barat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 17:01 WIB
Penyu Belimbing dengan panjang lengkung karapas 174 cm, lebar karapas 114 cm, dan lebar jejak 194 cm didapati tengah menggali lubang untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya