Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
JAWA Barat menerima bantuan 700 tabung oksigen dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jabar dan PT Abyro Multitecno Cemerlang. Bantuan secara simbolis diterima langsung oleh Gubernur Ridwan Kamil di Bandung, Rabu (14/7).
Setelah menerima bantuan tersebut, tabung oksigen langsung
didistribusikan ke posko oksigen kabupaten/kota di Jawa Barat. Emil
menjelaskan, pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan oksigen terutama di rumah sakit.
Pihaknya juga menugaskan dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Jasa Sarana dan PT Migas Hulu Jabar untuk memastikan distribusi oksigen
berjalan baik. "Pembagian tugas kami lakukan di Pemprov Jabar. Kami menugaskan dua BUMD, PT Jasa Sarana dan PT Migas Hulu Jabar untuk mengurusi A sampai Z supply-demand oksigen di Jawa Barat," ucapnya .
Dari sisi pasokan, pihaknya intens mencari produsen-produsen oksigen di
Indonesia. Sudah ada beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Pertamina, dan PT Pupuk
Sriwidjaja Palembang, yang berkomitmen menyalurkan oksigen ke Jabar.
Selain itu, pihaknya juga mendapat bantuan berupa 1.500 tabung oksigen
dari Singapura. Bantuan itu sangat penting mengingat sulitnya mencari
perusahaan yang memproduksi tabung oksigen.
"Kemarin saya baru pulang dari Sumatra, untuk meminta komitmen
perusahaan-perusahaan di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Saya juga ikut mencari bantuan dengan mengontak sahabat-sahabat lama saya di Singapura. Alhamdulillah, hari Kamis akan datang 1.500 tabung dari Singapura hasil pendekatan langsung kepada mereka," ucapnya.
Kebutuhan akan tabung oksigen terus mengalami peningkatan. Tak hanya di
rumah sakit, tapi banyak juga pasien-pasien covid-19 yang melakukan
isolasi mandiri membutuhkan tabung oksigen.
"Pak Sekda telah menghitung neraca kebutuhan oksigen di Jabar, yang
biasa normal, saat ini melonjak berkali-kali lipat. Kita mengalami
defisit per hari ini sampai 300 ton," kata Kang Emil. (N-2)
Sejak jutaan tahun lalu, rotasi Bumi terus mengalami perlambatan. Perlambatan ini terjadi akibat tarikan gravitasi Bulan yang menciptakan gaya pasang surut, berfungsi seperti rem alami.
Atmosfer Bumi tidak selalu kaya oksigen seperti saat ini. Sekitar 3 miliar tahun lalu, hampir tidak ada oksigen bebas di udara.
Keterlambatan penanganan penyakit pneumonia pada bayi bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen dalam waktu lama dan kondisi ini mempengaruhi perkembangan otaknya.
Hasil interaksi radiasi dengan es, seperti yang ditemukan di Europa atau Ganymede (bulan Jupiter), yang menghasilkan sedikit oksigen di permukaan, tetapi tidak membentuk atmosfer layak huni.
Bukti geologi menunjukkan bahwa sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu, Bumi mulai mengalami peningkatan kadar oksigen di atmosfer.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved