Kamis 10 Juni 2021, 17:05 WIB

Pekan Depan, Kejati Sulteng Umumkan Tersangka Korupsi Tambang

Abdul Halim | Nusantara
Pekan Depan, Kejati Sulteng Umumkan Tersangka Korupsi Tambang

ANTARA/Jojon
(foto ilustrasi) SALAH satu pabrik pengolahan nikel di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara

 

KEJAKSAAN Tinggi Sulawesi Tenggara tengah mengusut dugaan kasus korupsi pertambangan di Kabupaten Kolaka. Kerugian negara dalam kasus itu diperhitungkan mencapai Rp190 miliar.

"Kami telah memiliki dua barang bukti. Tim penyidik sudah memeriksa 32 saksi terkait masalah itu," papar Kepala Kejati Sulawesi Tenggara Sarjono Turin, Kamis (10/6).

Meski belum mengungkapkan nama, dia mengaku akan segera menetapkan tersangka. Setidaknya ada dua pihak yang akan dijadikan tersangka, yakni pemegang kebijakan yang berwenang mengeluarkan izin dan perusahaan tambang yang tidak membayar kewajiban kepada negara.

"Kasus ini menyebabkan kerugian negara hingga Rp190 miliar. Dua barang bukti yang kami miliki sudah cukup untuk menetapkan mereka sebagai tersangka, orang-orang yang bertanggung jawab dalam kasus ini," tambah Sarjono.

Dalam penyelidikan, lanjut dia, pihaknya telah meminta keterangan dari 32 saksi. Kasus ini kemudian telah ditingkatkan ke tingkat penyidikan.  

Dalam waktu dekat pihaknya akan menetapkan nama tersangka. Dalam kasus ini, ia mengaku sangat berhati-hati dalam menetapkan tersangka.

Sarjono mengakui pelaku dugaan kasus korupsi tambang ini ialah PT Tashida, perusahaan tambang nikel yang beraktivitas di Kabupaten Kolaka. "Tunggu minggu depan. Kita akan umumkan nama tersangka," tandasnya. (N-2)

 

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Pemprov Sumsel Aktifkan Kembali Satgas Peningkatan Disiplin Covid

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 23:13 WIB
Menurut Aris, untuk sekolah tatap muka ini perlu dipersiapkan dengan baik. Sebab kalau salah bisa jadi klaster...
MI/Widjajadi

Menteri PUPR Pastikan Pintu Air Demangan Bebaskan Solo dari Banjir

👤Widjajadi 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 23:04 WIB
Menteri Basuki memaparkan bahwa Pintu Air Demangan punya fungsi pokok pengendali...
MI/Kristiadi

BNN Sita 700 Ribu Pil YY dan LL dari Rumah di Kota Tasikmalaya

👤Kristiadi 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 22:54 WIB
Salah satu rumah yang berfungsi memproduksi obat-obatan yaitu di Bumi Resik Indah, Jalan Puspa Asih nomer 3 dan 5, Kecamatan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Antara Ambisi Nyapres dan Pandemi

Elektabilitas kepala daerah akan meningkat dengan sendirinya apabila mereka mampu menunjukkan kinerja dan prestasi dalam mengendalikan pandemi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya