Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Lukisan-lukisan Semar berjajar di Jogja Galery, Yogyakarta. Semar tampak dalam beragam ekspresi, tingkah laku, dan ukuran.
Ada gambar sosok semar yang sedang tersenyum, tersenyum, melirik ke kanan, melirik ke kiri, semedi, tiduran, hingga terbang layaknya Superman. Sosok-sosok Semar tersebut ditampilkan dalam Pameran Tunggal Sohieb Toyaroja yang bertajuk 'Semar Ngruwat Jagad'.
Sohieb menyebut, lukisan-lukisan Semar yang ditampilkan merupakan responnya atas pandemi yang sedang terjadi. Di kala pandemi hadir, sebagai seorang seniman, ia gelisah dengan situasi yang ada hingga muncullah sosok Semar dalam ruang imajinya.
"Semar itu kan samar. Kita ini perwujudan dari sosok Semar. Dalam dunia politik, sosial, hingga ekonomi terasa kurang harmonis," terang dia ditemui di Jogja Galery, Sabtu (5/6).
Baca Juga: Pelukis Muda ini Gelar Pameran Bertema Perjalanan di Yogyakarta
Oleh sebab itu, tema ruwatan dipilih, kata dia, agar kita sebagai manusia bisa berintrospeksi dan meruwat diri sendiri. Sosok Semar yang lebih mengayomi dibutuhkan untuk membuat diri dan dunia ini lebih baik.
"Saya mempersiapkan lukisan ini sekitar setahun setengah," kata dia. Sebanyak 27 judul lukisan bertema Semar dipajang di Jogja Galery dari 2-8 Juni 2021.
Suwarno Wisetrotomo selaku Kurator menyebut, sosok Semar sangat spesial. Pada diri Semar, kita bisa berkiblat terkait komitmen dan integritas pada jalan kebenaran, keseimbangan, serta kesederhanaan.
"Pada sosok Semar yang tak sempurna, bersemayam jiwa dan watak dewa; jalan lurus, pengabdian, komitmen, dan integritas," terang dia.
Jagad Semar, baik diposisikan sebagai jagad kecil maupun jagad besar; sebagai medium refleksi diri maupun untuk memahami situasi makro pada akhirnya merupakan ikhtiar jalan kebaikan untuk menciptakan keseimbangan semesta.
"Karya-karya Sohieb adalah untaian harapan untuk perbaikan diri maupun untuk semesta. Karena itu, dalam utopianya, disebut sebagai Semar Ngruwat Jagad (Semar meruwat semesta)" jelas dia.
Ngruwat (merawat) merupakan upaya membebaskan diri dari sukerta, dari kesalahan, hambatan, dan rintangan marabahaya, agar situasi dan kondisi kembali normal. Sesuatu diruwat karena berada dalam ketidaknormalan yang berpotensi menjadi bencana besar.
Bersikap 'meruwat diri' merupakan ikhtiar untuk berkontribusi pada keseimbangan semesta. Jagad kita baik yang kecil maupun yang besar sungguh penuh sukerta.
"Jagad kecil (mikrokosmos) merupakan segala yang melekat dalam diri kita. Jagad besar (makrokosmos) merupakan keluasan, kedalaman, kemisteriusan semesta, di mana jagad kecil berada di dalamnya," jelas dia.
Karena itu, upaya meruwat mesti dimulai dari diri sendiri. "Kualitas individu harus dibenahi, hingga berada dalam pencapaian (mendekati) ideal, baru kemudian mampu melakukan ngruwat jagad besar," tutup dia. (AT/OL-10)
Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2026, INNSiDE by Melia Yogyakarta menghadirkan promo makan malam spesial bertajuk A Taste of Prosperity.
Tutup aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat di dalam kawasan
Genpro berkomitmen menciptakan ekosistem pengusaha yang tidak hanya naik kelas secara finansial.
AKSI menolak Pilkada tak langsung yang mana pemilihan lewat DPRD digelar oleh BEM Nusantara DIY di Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
JUMLAH uang kartal yang keluar (outflow) dari Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta kepada perbankan dan masyarakat, selama periode Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,34 triliun
MENUTUP libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bandara Adisutjipto Yogyakarta resmi mengakhiri Posko Pelayanan Angkutan Udara pada hari Senin (5/1).
Dengan integrasi ini, para pelaku bisnis tidak hanya mendapatkan akses pasar, tetapi juga ruang untuk pertukaran pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor yang lebih efisien.
Melalui pameran seni bertajuk Prosperous Horse Year, publik diajak merayakan pergantian tahun melalui deretan karya patung dan lukisan yang sarat akan makna optimisme.
Pasar barang mewah sekunder di Indonesia menunjukkan dinamika yang kuat.
Sejak pekan pertama Desember 2025, pameran ini telah menyambangi tiga titik pusat keramaian di Jakarta, yakni Masjid Istiqlal, Stasiun Tanah Abang Baru, dan berakhir di Ragunan.
Tahun 2025 menjadi tahun gemilang bagi reputasi akademik ITB.
MUSEUM Macan mempersembahkan Uma, karya terbaru untuk Ruang Seni Anak, yang dikembangkan oleh Ibu Arsitek, sebuah kolektif arsitek perempuan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved