Minggu 06 Juni 2021, 04:40 WIB

Menhub hingga Stafsus Presiden hadiri workshop Sastra Bali Klasik

Mediaindonesia | Nusantara
Menhub hingga Stafsus Presiden hadiri workshop Sastra Bali Klasik

Dok.Puri Kauhan
Menhub Budi Karya Sumadi

 

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi hingga Staf Khusus Presiden bidang Kebudayaan Sukardi Rinakit menghadiri hari kedua lokakarya atau workshop Sastra Saraswati Sewana bertema Sastra Bali Klasik, yang diselenggarakan Yayasan Puri Kauhan Ubud, Sabtu.

Berdasarkan siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu malam, selain Menhub dan Stafsus Presiden, dalam lokakarya ini turut hadir Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud AAGN Ari Dwipayana, yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan ajang kreasi sastra yang digagas Puri Kauhan Ubud, yang menurutnya, akan dapat mengisi ruang-ruang kosong kehidupan bangsa dan ruang kosong dalam diri setiap manusia.

Budi Karya Sumadi membuka acara dengan membaca sebuah puisi yang pernah diterima saat dirinya berjuang untuk sembuh dari COVID-19.

Puisi itu yang membuat Menhub gigih berjuang agar bisa sembuh dan bisa beraktivitas kembali.

Dia berharap karya-karya yang lahir dalam lokakarya nantinya, dapat memberikan warna lain, membangun semangat dan optimisme bagi bangsa untuk bersama-sama bangkit mengatasi pandemi.

"Sekaligus memberikan semangat dan energi positif kepada masyarakat Bali yang mengalami tekanan berat di masa pandemi. Bali sebagai tempat untuk mendapatkan inspirasi, tidak boleh menyerah dan putus asa," ujar Menhub.

Rangkaian workshop Sastra Saraswati Sewana berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (4/6).

Workshop hari pertama mengambil tema Sastra Bali modern. Dilanjutkan workshop hari kedua yang bertujuan menghidupkan tradisi menulis Sastra Bali klasik: Kidung dan Geguritan.

Acara workshop hari kedua dipandu oleh Gunayasa, dengan menghadirkan dua pembicara, yaitu Drs I Dewa Gede Windhu Sancaya, MHum yang menyampaikan materi terkait “Ngawi Geguritan”, serta I Wayan Suteja, MHum yang menyampaikan materi “Ngawi Kidung”.

Selama hampir dua jam, sekitar 200 peserta mendapatkan pengetahuan mengenai berbagai hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam pembuatan geguritan dan kidung.

Melalui workshop ini masyarakat, terutama yang tertarik untuk mengikuti lomba, diharapkan mendapatkan gambaran yang semakin jelas mengenai karya yang akan dihasilkan dan diikutsertakan dalam lomba penulisan Sastra Saraswati Sewana.

Workshop ketiga dalam rangkaian kegiatan Sastra Saraswati Sewana akan diselenggarakan pada Minggu, 6 Juni 2021.

Workshop akan secara khusus mengasah kemampuan peserta untuk ngawi satua untuk anak dan juga ngawi kakawin. Acara workshop hari terakhir akan diselenggarakan secara daring dimulai pukul 09.00 WITA. (Ant/OL-4)

Baca Juga

Antara

Basarnas: 11 siswa MTs Tewas Tenggelam Saat Susur Sungai Cileueur

👤Ant 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:58 WIB
Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Bandung, kegiatan itu melibatkan 150...
Antara

Pemkot Semarang Targetkan Vaksinasi Kedua Rampung Akhir Tahun

👤Ant 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:45 WIB
Capaian vaksin dosis kedua di Semarang baru 80% dari target 1,3 juta warga setempat yang harus...
Dok MI

Pemkab Garut Targetkan 125 Ribu Vaksinasi/Pekan

👤Ant 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:37 WIB
Ia menuturkan capaian vaksinasi covid-19 di Garut saat ini sudah 33 persen untuk dosis...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya