Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mewaspadai potensi longsor susulan di Kampung Cingkeuk Desa Cibokor Kecamatan Cibeber yang menimbun 5 rumah warga dan merusak 12 rumah, Jumat (4/6). Pasalnya, kontur tebing yang longsor terpantau masih cukup labil.
"Kondisi sekarang masih cukup labil di beberapa titik longsoran. Jadi masih ada potensi terjadi longsor susulan," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mokhammad Irfan Sofyan kepada mediaindonesia.com, Sabtu (5/6).
Untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa, kata Irfan, saat ini warga setempat sudah diungsikan ke tempat lebih aman. Jumlah pengungsi berdasarkan asesmen terdapat sebanyak 214 jiwa. Mereka ditempatkan di dua lokasi. Di Pondok Pesantren Assallam sebanyak 160 jiwa dan di Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 54 jiwa.
"Alhamdulillah, untuk warga semuanya sudah diungsikan ke tempat lebih aman di dua lokasi," tuturnya.
baca juga: Tanah longsor
Bencana tanah longsor di Desa Cibokor terjadi di Kampung Cingkeuk RT 02/01 dan Kampung Babakan Cingkeuk RT 04/01. Di Kampung Cingkeuk RT 02/01 terdapat 1 rumah yang rusak berat dan di Kampung Babakan Cingkeuk RT 04/01 terdapat 4 rumah rusak berat. Semuanya tertimbun material tanah longsor.
Terdapat juga rumah yang rusak ringan sebanyak 12 unit. Rinciannya di Kampung Cingkeuk sebanyak 4 rumah dan di Kampung Babakan Cingkeuk sebanyak 8 rumah. "Untuk yang terancam sedang dalam pendataan," jelasnya.
Irfan mengaku mengerahkan lebih dari 90 personel di lokasi tanah longsor. Pengerahan personel yang cukup banyak itu lantaran untuk mengevakuasi material tanah longsor harus dilakukan secara manual.
"Dari BPBD saja kita kerahkan hampir 20 orang. Kemudian ditambah Retana (relawan tangguh bencana) dari 18 desa di Kecamatan Cibeber. Kalau dihitung lebih dari 90 orang personel yang kami terjunkan," sebut Irfan.
baca juga:
Upaya yang dilakukan saat ini di antaranya pemerintah desa setempat telah membuat dapur umum dan tim kesehatan sudah menyiapkan berbagai obat. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan logistik pengungsi, sementara ini berasal dari simpatisan warga.
"Kebutuhan yang cukup mendesak harus segera dibuat posko darurat penanganan bencana," pungkasnya. (N-1)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Sebuah tebing setinggi 15 meter dilaporkan ambrol dan menutup total akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran.
bencana tanah longsor di Watukumpul, Kabupaten Pemalang menimpa rumah warga, menutup ruas jalan dan mengakibatkan satu orang tewas
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
SEJUMLAH bangunan rumah warga dan tempat ibadah di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, terdampak bencana tanah longsor, Selasa (3/2) petang.
Selain proses evakuasi, Baznas juga mengaktifkan layanan Dapur Air di lokasi banjir bandang dan longsor di Bandung Barat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved