Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Embung Sanur di Desa Sanur Kauh, Denpasar, Bali, sebagai upaya mendukung daerah konservasi air dan pariwisata di Pulau Dewata.
Pembangunan dilaksanakan kontraktor pelaksana PT Undagi Jaya Mandiri, serta Konsultan Supervisi PT Gaharu Sempana KSO PT Kencana Adhi Karma, dengan total biaya mencapai Rp14,5 miliar, yang berasal dari APBN Kementerian PUPR.
"Di beberapa daerah masih terdapat masyarakat yang masih kesulitan air bersih. Realitas seperti ini menjadi perhatian PUPR untuk membangun embung,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Kamis (3/6).
Baca juga: Setelah Bali, Sandiaga Sebut Ada Rencana Work From Lombok
Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Maryadi Utama mengatakan sebagai daerah konservasi air, embung siap menampung dan mereduksi air banjir, yang bermuara di Tukad Loloan dan Tukad Enjung. Menurutnya, pembuatan embung usulan dari Pemkot Denpasar kepada Presiden Jokowi saat berkunjung ke Pasar Badung pada 2019 lalu.
"Pembangunan embung ini merupakan program direktif Presiden RI. Menurut arahan Menteri PUPR, agar embung Sanur segera dibangun," jelas Maryadi.
Adapun pembangunan embung Sanur dilaksanakan dalam dua tahap. Untuk tahap pertama, berasal dari anggaran 2021, lalu tahap kedua menggunakan anggaran 2022. "Kontrak pembangunannya dilaksanakan pada 31 Maret 2021, dengan progres saat ini mencapai 2,35%," imbuhnya.
Baca juga: Perlancar Akses Riau-Sumbar, PUPR Bangun Tiga Jembatan Ganda
Berdasarkan catatan Kementerian PUPR, pembangunan Embung Sanur berada di atas lahan Tahura kurang lebih 2,3 hektare, dengan luas kolam Embung sebesar 0,96 hektar dan kapasitas tampungan 34.500 m3.
“Tinggi tanggul dari dasar tampungan yakni 5,18 meter. Dengan pembangunan embung ini, bisa mereduksi banjir, sebagai daerah konservasi air dan pariwisata di Kota Denpasar,” pungkas Maryadi.
Pada tahun ini, pengerjaan fokus pada penyelesaian bentuk embung dan pembangunan tiang pancang. Sedangkan penataan lanjutan, termasuk pembangunan sarana penunjang, dilakukan pada 2022.(OL-11)
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Prakiraan cuaca BMKG menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Bali.
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
PKS meraih penghargaan terbaik Indeks Integritas Partai Politik (IIPP) 2025 dari Kemenko Polkam dan BRIN dalam Rakor Evaluasi di Bali.
Pullman Bali Legian Beach menggelar perayaan Imlek 17 Februari 2026 dengan buffet khas oriental, live cooking, Chinese dance, dan suasana hangat kebersamaan.
Pullman Bali Legian Beach menghadirkan Timeless Valentine 14 Februari 2026 dengan dinner romantis tujuh hidangan, live acoustic, dan Infinity Pool tepi pantai.
GUBERNUR Bali Wayan Koster akan mengalokasikan dana bantuan bagi Pecalang di seluruh desa adat di Bali. Bantuan tersebut per desa sebanyak Rp 50 juta untuk bantuan bagi Pecalang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved