Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BANTUAN pembangunan rumah bagi korban gempa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, belum tuntas. Rumah yang dijanjikan pemerintah masih dalam proses pendataan sejak gempa Sabtu (10/4) lalu, selanjutnya gempa susulan Jumat (21/5) malam.
Sejauh ini realisasi bantuan sejumlah rumah hanya untuk keperluan menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Setelahnya proses pendataan lagi.
"Untuk sementara belum ada tindak lanjut," tegas Maderah, Kepala Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Senin (24/5).
Maderah mengungkapkan hanya 14 korban bencana di Jogomulyan yang menempati hunian sementara (huntara) bantuan dari pemerintah, sebanyak 5 rumah di antaranya permanen berukuran 4x6 meter. Korban bencana lainnya belum menerima bantuan serupa sampai seusainya masa tanggap darurat bencana.
Demikian juga korban bencana di Desa Tamanasri dan Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading. Menurut Kepala Desa Tamanasri, Joko Widodo, tim Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya masih melakukan proses pendataan. Di Desa Tamanasri, sebanyak 314 rumah rusak.
"Kami mengupayakan hunian sementara bantuan dari pemerintah hanya dapat 11 rumah, itupun belum terealisasi. Padahal yang mendesak butuh 31 rumah," kata Joko.
Hal serupa diungkapkan Kepala Desa Wirotaman, Ahmad Sholeh. Ia menyatakan sebanyak 328 warga korban gempa pada Sabtu (10/4) lalu belum mendapatkan bantuan hunian sementara seperti yang dijanjikan pemerintah. "Huntara bantuan pemerintah sampai hari ini belum ada," ujarnya.
Sejauh ini, lanjut Sholeh, sejumlah warga menerima bantuan dari masyarakat sebanyak dua unit huntara, tiga unit huntara dari Nahdlatul Ulama Peduli, dua unit huntara dari Pemerintah Desa Wirotaman dan tujuh huntara membangun secara mandiri.
Gempa bermagnitudo 6,1 pada Sabtu (10/4) merusak 10.482 rumah tersebar di 32 kecamatan, kerusakan terparah di Kecamatan Dampit, Tirtoyudo dan Ampelgading. Pemerintah menjanjikan bantuan Rp10 juta bagi yang rumahnya rusak ringan, Rp25 juta rumah rusak sedang dan Rp50 juta rusak berat. Namun, bantuan itu sampai kini belum terealisasi.
Sedangkan gempa susulan bermagnitudo 6,2 yang dimutakhirkan 5,9 pada Jumat (21/5) malam merusak 404 rumah tersebar di 16 kecamatan.(OL-13)
Baca Juga: Bima Tetapkan Klaster Covid-19 Griya Melati KLB Kota Bogor
Menurutnya, data tersebut diperlukan sebagai bahan laporan pemerintah kepada Presiden mengenai perkembangan penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.
Pembangunan huntara di Desa Tunyang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh,dipercepat.
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto memastikan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tetap berjalan dengan optimal.
MENTERI Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, memastikan warga terdampak bencana tanah bergerak di Tegal, Jawa Tengah, akan menempati hunian sementara (Huntara) sebelum Lebaran.
Ibas mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap agar pengungsi tidak terlalu lama berada di tenda darurat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Dugaan sementara, titik api dipicu oleh gangguan pada instalasi kelistrikan.
Hingga Selasa malam, total korban meninggal bencana di Sumatra mencapai 755 jiwa dan 647 orang masih dinyatakan hilang berdasarkan data terbaru pada dashboard penanganan bencana.
Jumlah korban tewas akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah kompleks apartemen di Hong Kong kembali meningkat.
Sebuah tornado menerjang kawasan Houston, Texas bagian tenggara, pada Senin (24/11) waktu setempat dan menyebabkan kerusakan pada lebih dari 100 rumah.
Presiden Prabowo Subianto menegur keras dunia pendidikan setelah kasus perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan kembali memakan korban jiwa.
Pemerintah Spanyol menambah 500 pemadam kebakaran, menjadi total 1.900 orang untuk mengatasi kebakaran hutan. Korban jiwa bertambah menjadi empat orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved