Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan berkomitmen untuk menggelar Work From Bali (WFB) dalam sebuah kesepakatan bersama baru-baru ini. Luhut menjanjikan ada sekitar 7 kementerian yang berada di bawah Menko Marvest akan menggelar kegiatan di Bali atau WFB.
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali saat ini siap menyambut WFB. Bahkan saat ini Bali sudah siap menyambut WFB melalui Bali MICE Forum yang siap menerima dan melayani semua kegiatan dari WFB.
Ketua Bali MICE Forum Putu Gede Wiwin Gunawasika saat dikonfirmasi di Denpasar, Minggu (23/5), mengatakan, Bali sudah menyiapkan lebih dari 500 UMKM dan 10 profesional conference organizer (PCO) untuk menyambut dan melaksanakan WFB.
"Kami sudah menyiapkan dan melibatkan lebih dari 500 UMKM dari seluruh Bali dan 18 PCO dari 4 asosiasi pariwisata Bali yang berkualitas dalam menyambut WFB yang dicanangkan oleh Kemenko Marvest. Kalangan usaha pariwisata dan pemerintah di Bali sudah menyiapkan diri menyambut pembukaan pariwisata," ujar Wiwin.
Ia menyebut Menteri Luhut berjanji akan ada 7 kementerian yang berkomitmen berkegiatan di Bali. Diharapkan seluruh kementerian lainnya melakukan kegiatan yang sama di Bali. Ia mengatakan, dalam satu kementerian minimal ada tiga kali kegiatan per tahun dengan nilai antara Rp850 juta-1,2 miliar. Bila diikuti oleh seluruh kementerian lainnya di Indonesia maka pariwisata Bali akan segera pulih dari keterpurukan akibat pandemi covid-19.
Baca juga: Bali Susun Dokumen Kajian Risiko Bencana
Ketua GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengaku saat ini Bali sudah siap menyambut WFB. Namun kekhawatiran yang paling besar adalah jika WFB menggunakan produk dan SDM dari luar Bali. Sebab berdasarkan pengalaman selama ini berbagai acara pemerintahan dan kementerian selalu menggunakan produk luar Bali.
"Pengalaman menunjukkan selama ini kalau acara pemerintahan atau BUMN dan sejenisnya, lebih banyak menggunakan produk luar Bali, PCO luar Bali, catering luar Bali, EO dari luar Bali. Bali hanya jadi penonton dan menampung sampah. Untuk kali ini kami sudah siap dengan 18 PCO dan lebih dari 500 UMKM yang dilibatkan. Kami menjamin semuanya ada," tuturnya.
Ia menegaskan, saat ini kesiapan Bali sangat serius. Sebab dari 18 PCO dan lebih dari 500 UMKM itu tersebar di 9 kabupaten dan kota di Bali. Jadi WFB bisa dilakukan di mana saja di Bali. Pihaknya sudah menyiapkan sarana, fasilitas, kuliner, gedung mewah mulai dari hotel berbintang, bale Banjar mewah hingga tenda untuk outdoor.
Bukan hanya itu. Berbagai jenis souvernir khas, bernuansa Bali juga sudah siap. Berbagai jenis transportasi sudah siap.
"Pokoknya apa yang diperlukan kami sudah siap. Jangan bawa dari luar. Bahkan, perbankan di Bali sudah siap support dan sudah dikoordinasikan," tukasnya.(OL-5)
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE FOREVER melanjutkan program pemberdayaan perempuan melalui Inkubasi Bisnis UMKM Tahap 2.
NASARI Digital (Nadi) menerapkan standar internasional pengelolaan keamanan informasi, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan data pada layanan koperasi dan UMKM berbasis digital.
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Pengelolaan logistik masih menjadi beban biaya dan operasional bagi banyak pelaku UMKM, khususnya yang sedang berupaya memperluas pasar.
PEMERINTAH Kota Palu, Sulawesi Tengah, menargetkan pembentukan 46 Koperasi Merah Putih rampung pada tahun ini. Target tersebut disesuaikan dengan jumlah kelurahan yang ada.
Sepanjang 2025, perusahaan fintech lending AdaKami menyalurkan dukungan kepada delapan UMKM dari berbagai sektor melalui program Usaha Bareng AdaKami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved