Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Pembudi daya udang tiger di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai mengembangkan udang vaname karena di daerah itu belum ada petambak yang beternak sepesies udang yang bernilai ekonomis tinggi itu.
"Saya mulai membudidayakan udang tiger sejak 25 tahun lalu. Sampai sekarang pun masih. Namun, sejak beberapa bulan lalu, saya menambah empat tambak, khusus untuk udang vaname," kata Ramang, pembudi daya udang di Penajam, Jumat (21/5).
Baca juga : Lionel Messi Diizinkan Ronald Koeman untuk Absen
Udang vaname yang dibudidayakan ini, kata dia, sudah mengalami sekali panen setelah 3,5 bulan menebar bibit udang dengan harga Rp50 ribu sampai Rp80 ribu per kilogram, bergantung pada ukurannya.
Saat ini, lanjut Ramang, sudah tebar bibit kedua, tiga bulan lalu, sehingga beberapa hari sudah bisa dipanen.
"Selain tiger, saya juga mengembangkan vaname karena vaname lebih tahan hidup, pertumbuhannya lebih cepat, dan lebih tahan terhadap gangguan penyakit. Soal pasar tidak repot karena untuk melayani permintaan lokal saja sampai kurang," katanya ketika dikunjungi di tambaknya, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.
Empat tambak yang dimilikinya masing-masing berukuran 26 kali 50 meter dengan kedalaman 120 cm. Dengan luasan ini, dia menebar bibit vaname sebanyak 200.000 ekor.
Untuk biaya operasional, khusus pelet untuk pakan, dia menghabiskan Rp40 juta per 100.000 ekor vaname. Jika setiap satu kolam yang berisi 200.000 ekor, menghabiskan biaya sebesar Rp80 juta.
"Jika panen, minimal 1,6 ton per 100.000 ekor. Bila harga jual senilai Rp80 ribu/kg, hasil penjualannya senilai Rp128 juta," kata Ramang menjelaskan. (Ant/OL-12)
Pemerintah Indonesia memusnahkan 494 karton produk udang re-impor milik PT Bahari Makmur Sejati setelah terbukti terkontaminasi Cesium-137 (Cs-137).
Dari 3.250 kotak karton udang yang suspek yang diperiksa, terdapat 494 kotak yang terkontaminasi cesium 137.
SCI menyebut ekspor udang pada 2024 sekitar US$1,7 miliar yang menjadikannya penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan pendapatan masyarakat pesisir.
Peneliti Center of Reform on Economics (CoRE) Eliza Mardian menegaskan, produk udang Indonesia yang mengandung zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) tetap aman dikonsumsi
Wamentan Sudaryono turut buka suara terkait dengan temuan cengkeh yang mengandung radioaktif Caesium-137 (Cs-137)
Berdasarkan penelusuran Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), cesium ini terbawa udara dari aktivitas peleburan logam di sekitar lokasi.
"Pemerintah tidak tegas terhadap tambak udang vaname ini. Dikhawatirkan akan semakin merusak lingkungan jika tetap dibiarkan,"
Advokat LBH Semarang Cornel Gea mendesak kepala Kejaksaan Negeri Jepara agar segera membebaskan aktivis lingkungan Daniel Frits.
Tidak hanya memiliki falisitas modernyang mampu meningkatkan produksi udang vaname, melalui BUBK, petambak lokal bisa belajar cara budidaya ikan yang baik.
BI Tegal memberikan bantuan sensor digital berbasis IoT kepada petambak udang vaname untuk meningkatkan produksi mereka.
Pj Bupati menjelaskan untuk bisa memanen udang tersebut, membutuhkan waktu sekitar 100 hari. Hasil panen yang didapat yakni sebanyak 9 ton untuk setiap kolamnya.
Keberhasilan tambak modern terbesar di Indonesia ini diharapkan menjadi pendorong peningkatan produktivitas budidaya udang nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved