Minggu 16 Mei 2021, 19:15 WIB

Pemkab Gowa Perketat Akses Masuk ke Wisata Alam Malino

Lina Herlina | Nusantara
Pemkab Gowa Perketat Akses Masuk ke Wisata Alam Malino

Dok. Humas Pemkab Gowa
Pemeriksaan wisatawan yang akan menuju Malino

 

PEMERINTAH Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan memperketat kunjungan wisatawan di wilayah Kota Malino, Kecamatan Tinggimoncong selama libur lebaran Idul Fitri 2021. 

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, upaya memperketat wisatawan yang masuk ini dalam rangka menghindari munculnya klaster baru penularan covid-19. 

"Kami tadi mendampingi Bapak Kapolda Sulsel memantau langsung aktivitas wisatawan, karena biasanya kunjungan ke Malino bertambah setelah lebaran," kata Adnan saat melakukan pemantauan langsung sekaligus pemantauan Posko Pengamanan Pencegahan Covid-19 bersama Kapolres Gowa, AKBP Budi Susanto. 

Upaya ini juga dalam rangka menekan terjadinya penularan covid-19 atau menghindari terjadinya klaster baru atau klaster wisatawan. Langkah tersebut juga sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran yang dikeluarkan Forkopimda Kabupaten Gowa yang menginstruksikan agar seluruh pengunjung objek wisata di Kota Malino dibatasi hanya 50 persen. 

"Makanya kita memperketat saat wisatawan akan masuk ke Malino. Misalnya mereka harus melakukan swab antigen dan menerapkan protokol kesehatan saat masuk ke Kota Malino," ungkap Adnan. 

Sementara itu, Camat Tinggimoncong, Iis Nurismi mengatakan, sejauh ini kondisi di Kota Malino masih aman dan terkendali. Hanya saja pemerintah tetap melakukan upaya ketat dengan melakukan pembatasan orang yang masuk ke Malino. 

Baca juga : Penyekatan Arus Mudik di Sulsel Diklaim Efektif

Misalnya, bagi masyarakat Kecamatan Tinggimoncong dan Tomobolopao wajib memperlihatkan kartu domisili yakni KTP elektronik. Sementara untuk wisatawan wajib memperlihatkan sertifikat vaksinasi covid-19 tahap kedua atau melakukan swab antigen. 

"Yang masuk ke wilayah Tinggimoncong kita perbolehkan bagi yang sudah melakukan vaksin tahap kedua. Karena yang sudah melakukan vaksin tentunya kekebalan tubuh sudah bisa terjaga dibandingkan yang belum vaksin, jadi kita arahkan untuk putar balik," sebut Iis. 

Sementara pada posko pintu masuk Kota Malino disiapkan petugas khusus untuk melakukan swab antigen. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengunjung yang datang ke Malino bebas dari covid-19. 

"Ini upaya pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19 dengan swab antigen para pengunjung dan supaya tidak terjadi atau ada muncul klaster dari tempat wisata khususnya di Malino," lanjut Iis 

Salah satu wisatawan, Nana, 35, mengaku dirinya saat akan masuk ke Kota Malino, sejumlah petugas melakukan pemeriksaan ketat. Mulai dari memeriksa apakah pengunjung memakai masker atau tidak, serta meminta untuk memperlihatkan bukti telah melakukan swab antigen atau memiliki bukti vaksin dengan memperlihatkan sertifikat vaksinasi tahap kedua. 

"Saya diizinkan masuk karena punya sertifikat vaksin Covid-19 tahap kedua," tutup Nana. (OL-7)

Baca Juga

DOK MI

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Sumut Masih Rendah

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 01 Desember 2021, 22:34 WIB
CAKUPAN vaksinasi Covid-19 di Sumatera Utara masih jauh dari angka yang diharapkan. Rata-rata, vaksinasi tahap satu mencapai 56% dan tahap...
MI/SUPARDJI RASBAN

Hari AIDS Sedunia Momentum Penanggulangan AIDS

👤Supardji Rasban 🕔Rabu 01 Desember 2021, 22:30 WIB
Budi Gunadi menyebut peringatan Hari AIDS Sedunia saat ini merupakan momentum peringatan bagi semua pihak di Indonesia untuk menyukseskan...
MI/Januari Hutabarat

Prosedur Keluar Masuk Daerah di Sumut Ribet, Lebih Baik di Rumah Saja saat Nataru

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 01 Desember 2021, 22:10 WIB
Dia menjelaskan, jajarannya melaksanakan pengamanan suasana Nataru dan pencegahan penularan Covid-19 dengan menggelar Operasi Lilin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya