Sabtu 15 Mei 2021, 15:10 WIB

BNPB: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Akibat Gempa Nias

Atalya Puspa | Nusantara
BNPB: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Akibat Gempa Nias

Antara
Wisatawan asing saat berselancar di Pantai Sorake, Kabupaten Nias Selatan.

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa yang disebabkan gempa bumi di wilayah Nias, Sumatera Utara.

"Data tersebut diambil dari laporan seluruh BPBD terkait dan akan kami update terus," ujar Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati saat dihubungi, Sabtu (15/5).

BPBD juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari bangunan retak atau rusak akibat guncangan gempa. Lalu, memeriksa dan memastikan kembali bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan, sebelum kembali ke dalam rumah.

Baca juga: Gempa 7,2 SR Guncang Nias Barat, tidak Berpotensi Tsunami

"Masyarakat Pulau Nias dan sekitarnya memang berada di kawasan dengan potensi gempa bumi dan tsunami kelas sedang hingga tinggi. Salah satunya Gunung Sitoli," imbuh Raditya.

Adapun enam kecamatan berada pada kategori sedang hingga tinggi untuk potensi gempa bumi. Sedangkan enam kecamatan di kota ini berada pada kategori yang sama untuk potensi bahaya tsunami.

Kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya geologi ini tidak terlepas dari catatan sejarah ratusan tahun lalu. Berdasarkan Katalog Tsunami Indonesia periode 416–2018, sejumlah tsunami terjadi di barat daya Sumatera, yang menunjukkan gempa bumi dan tsunami. 

Baca juga: Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer

Misal pada periode 1800–1899, beberapa gempa besar memicu terjadinya tsunami. Gempa berkekuatan 7,2 SR pada 1843 mengakibatkan tsunami yang berdampak di Pulau Nias.

Gempa berkekuatan 6,7 SR yang terjadi pada Jumat (14/5) siang, juga dirasakan masyarakat di wilayah administrasi lain di Pulau Nias, yaitu Kabupaten Kabupaten Nias, Nias Barat dan Nias Selatan. BMKG merilis parameter III–IV MMI di wilayah Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nias Barat dan Nias Selatan.

Sejarah berulangnya gempa mendorong kesiapsiagaan dari setiap individu dalam lingkup keluarga. Kesiapsiagaan menghadapi gempa dan tsunami perlu dipersiapkan sejak dini. Keluarga harus memiliki rencana, karena setiap keluarga memiliki karakteristik berbeda. Misalnya, kapasitas keluarga dalam kebencanaan.

"Ingat, setiap keluarga memiliki tingkat bahaya dan risiko yang berbeda, meski keluarga dalam komunitas berada pada kawasan," pungkas Raditya.(OL-11)
 

Baca Juga

MI/Yohanes Manasye

156 Desa di Manggarai Timur Teraliri Listrik

👤Yohanes Manasye 🕔Senin 21 Juni 2021, 14:04 WIB
Dengan demikian, Rasio Desa Berlistrik (RDB) Kabupaten Manggarai Timur mencapai...
Ist

Menparekraf : Unhas Industri Pemimpin Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 21 Juni 2021, 12:44 WIB
Menparekraf Sandiaga menegaskan Unhas adalah salah satu Industri lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing pada era...
Dok.Ist

Menengok Korporasi Petani Stevia Di Minahasa

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 21 Juni 2021, 11:25 WIB
Stevia merupakan tanaman yang dapat menjadi sumber pemanis selain...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jangan Gagap Lindungi Nasabah di Era Digital

ERA pandemi covid-19 berdampak pada berpindahnya aktivitas masyarakat di area digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya