Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1442 H di depan mata. Dalam menyambut tradisi religius ini, saban tahun umat muslim di Aceh dan seluruh penjuru lainnya memiliki budaya masing-masing.
Misalnya, di Aceh, sejak ratusan tahun silam memiliki keunikan tersendiri yakni dua hari sebelum tiba bulan puasa dan hari raya lebaran, mereka menggelar tradisi penyembelihan dan makan lauk daging sapi, kerbau atau hewan halal lainnya. Tradisi turun temurun ini disebut dengan hari mameugang (hari penyembelihan).
Hal tersebut sering berpengaruh terhadap harga daging, bahan bumbu masakan dan kebutuhan pokok lainnya. Apalagi kondisi saat itu terjadi lonjakan kebutuhan dari biasanya.
Pantauan Media Indonesia, sejak sepekan terakhir, harga daging di Aceh masih seperti biasa. Belum terjadi lonjakan harga yang disebabkan menjelang puasa atau lebaran.
Misalnya di Sigli ibu kota Kabupaten Pidie, Meuredu Pusat ibu kota Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Besar dan Banda Aceh ibu kota Provinsi Aceh, harga daging kerbau Rp150.000 per kg. Lalu daging sapi Rp140.000 per kg.
Baca juga: Harga Daging Kerbau RI Lebih Mahal Dibandingkan Malaysia
Ini masih sama sebagaimana hari-hari biasa, yaitu tidak terjadi kenaikan atau belum terindikasi permainan harga oleh pelaku pasar. Diharapkan harga seperti demikian bisa bertahan pada hari mameugang menjelang Puasa hingga Hari Raya Lebaran.
Muslim, penjual daging di Sigli, Kabupaten Pidie, mengatakan tidak ingin menaikan harga daging saat tradisi hari mameugang. Tapi hal itu sulit dibendung, karena dipicu oleh harga kerbau yang sangat mahal setiap menjelang mameugang.
Apalagi untuk daging kerbau yang hewan ternaknya sudah mulai langka sekitar 20 tahun terakhir. Pasalnya warga tidak tertarik beternak kerbau karena perlakuannya lebih rumit dan populasinya lambat.
"Saat mameugang memang harga daging tidak terkendali. Apalagi kerbau yang populasinya sudah terbatas karena ditinggal peternak," tutur Muslim.(OL-5)
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved