Rabu 17 Maret 2021, 00:50 WIB

Harga Cabai Rawit di Gresik Tembus Rp150 Ribu per Kg

M Yakub | Nusantara
Harga Cabai Rawit di Gresik Tembus Rp150 Ribu per Kg

Antara/Siswowidodo.
Pedagang menimbang cabai di Pasar Besar Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (5/3).

 

HARGA cabai rawit di pasar tradisional Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus melambung naik hingga Rp150 ribu per kilogram (kg) dalam sepekan terakhir. Kenaikan harga cabai yang tinggi ini disebabkan karena banyaknya tanaman petani setempat yang gagal panen akibat cuaca buruk.

Kondisi tersebut membuat konsumen resah. Diperkirakan harga cabai bakal terus melambung naik jika cuaca buruk masih melanda kawasan penghasil cabai.

"Bisa jadi harga cabai bakal naik lagi karena banyak tanaman petani yang terserang hama dan sebagian puso akibat banjir," kata Sunarto, petani, di Kecamatan Panceng, Selasa (16/3) siang.

Menurut dia, biasanya cabai hasil panennya dijual pada pedagang setempat untuk dijual di pasar lokal. Tapi, pada musim ini tidak banyak cabai petani di kecamatannya yang bisa dipanen.

Hal itu karena serangan hama sejak masa berbuah. "Lalat buah merusak buah cabai hingga banyak tanaman petani tidak bisa panen secara maksimal," jelasnya.

Dengan demikian, harga cabai secara otomatis melambung tinggi hingga di atas Rp120 ribu per kg. Menurut dia, jika panen petani setempat berhasil dengan baik diperkirakan harga cabai tidak akan melambung tinggi. "Paling mahal ya sekitar Rp50 ribu per kg,"  ujarnya.

Dengan serangan hama lalat buah itu, hampir sebagian besar cabai petani di Kecamatan Panceng dan sebagian besar di wilayah Lamongan tidak bisa panen dengan optimal. "Pasokan cabai di pasaran terus berkurang," terang Ulfiya, pedagang sayur mayur, di Kecamatan Dukun, secara terpisah.

Biasanya, lanjut dia, pasokan cabai dari kawasan pesisir Gresik hingga Lamongan lancar menjelang Ramadan seperti sekarang. Namun, dalam dua pekan ini pasokan cabai terus berkurang akibat banyak cabai petani gagal panen.

"Sekarang kita sudah tidak bisa melayani pembelian eceran, harus ditimbang," ungkapnya. Ia menjelaskan saat ini harga cabai sekilonya berkisar antara Rp120 ribu-150 ribu per kg.

Untuk yang campuran seharga Rp120 ribu dan yang kualitas super bisa mencapai Rp150 ribu per kg. "Sekarang 1 ons bisa seharga Rp12 ribu sampai Rp16 ribu," tambahnya.

Ia memperkirakan jika cuaca membaik harga cabai bisa turun dan normal kembali. Tetapi, jika cuaca masih tidak normal, banyak tanaman yang gagal panen akibat serangan hama maupun puso akibat kebanjiran, harga cabai akan terus melambung tinggi. "Terlebih sebentar lagi Ramadan yang biasanya harga bahan pangan.akan melambung naik," pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

Antaranews.com

Dosen Universitas Siliwangi Bantu Budidaya Ikan Warga untuk Ketahanan Pangan

👤Kristiadi 🕔Selasa 30 November 2021, 06:38 WIB
Agar perekonomian warga Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya bisa kembali bangkit di masa...
Antara

Antisipadi Banjir, Mensos Berencana Bangun Lumbung Sosial di Garut

👤Kristiadi 🕔Selasa 30 November 2021, 06:17 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengintruksikan supaya pemerintah Kabupaten Garut membangun lumbung...
ANTARA/Aprillio Akbar

Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

👤Lina Herlina 🕔Senin 29 November 2021, 23:10 WIB
MAJELIS Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar, Sulawesi Selatan menjatuhkan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp500 juta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya