Selasa 16 Maret 2021, 18:06 WIB

Kasus ODHA di Kota Cirebon pada 2020 Melonjak

Nurul Hidayah | Nusantara
Kasus ODHA di Kota Cirebon pada 2020 Melonjak

Antara
Kasus baru Orang dengan HIV Aids (ODHA) di Kota Cirebon pada 2020 jumlahnya meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.

 

SEPANJANG 2020, Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Cirebon temukan ratusan kasus baru orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penyebabnya, ditemukannya populasi kunci.

Sekretaris KPA Kota Cirebon, Sri Maryati, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya menangani 1.639  orang dengan HIV/AIDS (ODHA). "Dari jumlah tersebut sebanyak 324 merupakan kasus baru yang ditemukan sepanjang 2020," ungkap Sri, Selasa (16/3).

Jumlah temuan kasus baru pada 2020 diakui Sri  merupakan penemuan kasus tertinggi selama ini. "Penyebabnya, karena teman-teman bekerja dan mereka menemukan populasi kunci," ungkap Sri.

Dijelaskan Sri, pada 2011 dan 2012 lalu mereka hanya menemukan 35 dan 32 kasus baru. "Ini merupakan kasus terendah yang kami temukan," ungkap Sri. Selanjutnya pada 2018 ada 65 kasus baru dan 2019 ada 189 kasus baru.

Kota Cirebon, lanjut Sri, sudah memiliki klinik khusus untuk penanganan ODHA, yaitu klinik seroja. Hanya saja pelayanan pengobatan bagi ODHA di klinik tersebut menurut Sri masih belum optimal.

"Sejumlah ODHA mengeluhkan pelayanana ruang tunggu yang tidak tertutup," ungkap Sri.

Idealnya ruang tunggu memang tertutup. Selain itu ruang konseling juga tidak kedap suara sehingga mengoptimalkan pelaksanaan konseling yang dilakukan terhadap ODHA. Padahal, lanjut Sri, klinik seroja menjadi rujukan semua rumah sakit yang ada di Kota Cirebon. "Sayang tempatnya belum representatif," ungkap Sri.

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) RSD Gunung Jati Cirebon, Ismail Jamaludin, menjelaskan relokasi klinik seroja sebenarnya masuk dalam master plan gedung baru RSD Gunung Jati. Namun karena adanya refocusing anggaran belanja relokasi, maka sejumlah ruangan, termasuk klinik seroja tidak bisa digunakan tahun ini.

"Gedung baru baru satu lantai yang digunakan," ungkap Ismail. Yaitu lantai satu yang digunakan untuk IGD dengan fasilitas komplit. Sisanya belum siap karena alat-alat tidak mendukung. Kedepannya, klinik seroja segera direlokasi. (OL-13)

Baca Juga: Tantangan Pengobatan Penderita ODHA di Tengah Pandemi Covid ...

Baca Juga

Metrotv/Fransiskus Gerardus Molo

Sambut HUT RI, Rutan Larantuka Gelar Pekan Olahraga dan Seni

👤Fransiskus Gerardus Molo 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 07:50 WIB
"Saya harap kegiatan ini dapat menjadi ajang pengembangan bakat dan minat dalam bidang seni dan olahraga bagi warga...
dok.ist

Sandiaga Uno Ajak Warga Jember Jadi Pengusaha Kopi dan Cokelat

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 06:05 WIB
MENPAREKRAF Sandiaga Uno menghadiri pelatihan barista kopi dan cokelat di Jember, Jawa Timur yang diikuti ratusan...
dok.ist

Kementan Pacu Regenerasi Petani di Kalimantan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 05:50 WIB
PEMERINTAH melalui Kementerian Pertanian RI terus berupaya mewujudkan regenerasi petani serta melahirkan wirausaha milenial di sektor...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya