Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI jamu tradisional mengalami pertumbuhan cukup baik pada saat pandemi. Hal itu terjadi, karena isu kesehatan menjadi hal utama. Jamu tradisional mengalami peningkatan omset antara 10% hingga 20%.
Ketua Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) Mukit Hendrayatno mengatakan salah satu industri yang mampu bertahan dan bahkan bertumbuh pada saat pandemi adalah jamu tradisional.
"Data yang dimiliki PPJAI, dari 13 usaha jamu tradisional yang bersertifikasi, mengalami peningkatan omset antara 10% hingga 20%. Jamu tradisional yang mengalami lonjakan permintaan adalah jenis immuno booster dengan bahan baku kunyit, temulawak, sambiloto dan sebagainya," kata Mukit di sela-sela acara Bimbingan Teknis Sertifikasi Tenaga Kefarmasian Obat Tradisional pada Kamis (11/3).
Dijelaskan oleh Mukit, industri jamu tradisional yang telah terbukti mampu bertahan dalam situasi sulit akan terus dikembangkan. Salah satunya adalah bagaimana mengajak para pelaku jamu yang masih ilegal agar bertransformasi menjadi industri yang legal.
"Dalam lima tahun belakangan, PPJAI bersama dengan Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Banyumas melakukan pendekatan dan proses sosialisasi. Kami berharap agar pelaku jamu yang belum mengajukan izin, segara saja mengurusnya. PPJAI dan Loka POM siap melakukan pendampingan," tuturnya.
Baca juga: BPPT Dukung Penguatan Industri Jamu dan Obat Herbal
Sampai sekarang, kata Mukit, PPJAI memiliki anggota 13 usaha kecil obat tradisional (UKOT) dan usaha mikro obat tradisional (UMOT).
"Industri jamu ini harus terus didorong, karena terbukti mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Satu usaha bisa ada yang sampai 300 pekerja. Memang ada yang masioh kecil 2-3 orang saja," ujarnya.
Sementara Kepala Loka POM Banyumas Suliyanto mengatakan bimbingan sertifikasi bagi penanggung jawab produksi merupakan bagian dari upaya untuk terus mendorong agar industri jamu tradisional semakin baik.
"Kami bersama dengan PPJAI menginisiasi agar pelaku usaha jamu semakin banyak yang terpapar bagaimana memproduksi jamu secara baik. Tidak hanya dari sisi agar laku dan untung banyak, melainkan bagaimana produk yang dihasilkan bernutu dan bermanfaat," ucap Suliyanto.
Kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, supaya industri jamu tradisional benar-benar memiliki legalitas dan mempunyai produk yang berkualitas dan aman. Hingga kini, industri jamu yang telah memiliki izin ada sebanyak 13 industri. Perizinan dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari sertifikasi UMOT, UKOT dan Industri Obat Tradisional (IOT).(OL-5)
Produsen jamu ternama itu menggelontorkan dana Rp200 juta untuk memperlengkapi kebutuhan Lebaran mereka.
Ketua Badan POM Taruna Ikrar mengatakan, jamu tidak pernah sekadar soal nostalgia. Ia memandang jamu sebagai warisan pengetahuan, kekayaan biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif.
Sejak 2000, kata Irwan, Sido Muncul mulai melakukan uji toksisitas dan uji khasiat.
Total Rp900 juta tersebut terdiri dari uang tunai senilai Rp620 juta serta produk Sido Muncul senilai Rp280 juta.
Masih banyak daerah belum terjangkau, terisolir
Melalui penghargaan ini, komitmen Sido Muncul dalam memperkuat praktik pembangunan berkelanjutan di lingkungan perusahaan semakin tidak bisa terbantahkan
ARUS mudik Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah di wilayah Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah terpantau ramai namun tetap lancar, sebanyak 85.258 kendaraan melintas dari arah Jakarta
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
CUACA ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang melanda Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (4/3) petang.
JAJARAN Polresta Banyumas, Jawa Tengah menggagalkan dugaan peredaran bahan peledak yang diduga untuk petasan seberat sekitar 9 kilogram (kg) dalam Operasi Pekat Candi (TO OPC) 2026.
Tingginya harga cabai terjadi karena faktor cuaca karena sejumlah daerah sentra seperti Pemalang, Kabupaten Semarang, Temanggung, Demak, Pati belum ada panen besar.
Harga beras medium di Pasar Sidodadi Cilacap berada pada kisaran Rp13.000–Rp13.500 per kg dan beras premium Rp14.000–Rp14.500 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved