Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) tengah mengevakuasi korban kecelakaan bus pariwisata masuk jurang dengan membawa 59 penumpang dari SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang, Jawa Barat
Peristiwa kecelakaan bus pariwisata Sri Padma Kencana bernomor polisi T 7591 TB terjadi Rabu (10/3) di Jalan Raya Sumedang-Malangbong, Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Bus tersebut masuk jurang dengan kedalama 20 meter. Lokasi kejadian kecelakaan bus, yaitu di Jalan raya Wado-Malangbong di Dusun Cilangkap RT 01/06 Desa Sukajadi Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang.
"Saat ini masih dilakukan evakuasi dan pendataan lebih lanjut terhadap kecelakaan," ungkap Humas Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Pitra Setiawan dalam keterangannya, Kamis (11/3).
baca juga: Bus Pariwisata Masuk Jurang, 26 Orang Meninggal
Kkorban dievakuasi sementara ke Puskesmas Wado untuk memperoleh perawatan lanjutan. Kronologis sementara kecelakaan yaitu bus melaju dari arah Malangbong menuju Wado namun penyebab pasti kecelakaan tunggal itu masih diselidiki polisi.
"Hingga saat ini sejumlah petugas terkait termasuk tim Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan kepolisian setempat tengah memeriksa kecelakaan tersebut," pungkas Pitra. (OL-3)
Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved