Minggu 07 Maret 2021, 22:29 WIB

Hutama Karya: Ruas Tol Indraprabu Selesai di Pertengahan 2022

Dwi Apriani | Nusantara
Hutama Karya: Ruas Tol Indraprabu Selesai di Pertengahan 2022

MI/Dwi Apriani
Ruas tol Indralaya-Prabuulih

 

RUAS tol Indralaya-Prabumulih (Indraprabu) merupakan bagian dari Tol Trans Sumatra sudah mulai dibangun. Pengerjaan tol sepanjang 65 kilometer ini sudah mulai dikerjakan pada 3 Juli 2020 dan saat ini progresnya cukup signifikan yakni mencapai 29,5 persen.

Tol yang menghubungkan Indralaya hingga ke Prabumulih itu nantinya tersambung dengan tol Palembang-Indralaya dan tol Prabumulih-Muara Enim.

Project Director Jalan Tol Indralaya-Prabumulih, Hasan Turcahyo mengatakan, pembangunan tol ini dibagi menjadi enam zona.

‘’Kita bagi enam zona pengerjaan di sepanjang tol Indraprabu. Total seluruhnya progres pengerjaan kita mencapai 29,5 persen,’’ ucap Hasan, Minggu (7/3).

Ia menjelaskan, untuk zona 1 progresnya mencapai 74,04 persen, zona 2 mencapai 31,62 persen, zona 3 mencapai 11,57 persen, zona 4 mencapai 5,54 persen, zona 5 mencapai 0,07 persen, dan zona 6 mencapai 2,22 persen.

‘’Semuanya masih dalam proses pembebasan tanah. Setelah proses pembebasan lahan selesai, tentu kita langsung kejar proses pembangunan. Kita yakin dan optimis target selesai di pertengahan 2022 bisa tercapai,’’ ucapnya.

Untuk kondisi pembebasan lahan sendiri, Hasan menuturkan tidak ada masalah berarti karena masyarakat di Sumsel cukup antusias dan mendukung proyek pengerjaan tol ini. Karenanya, masyarakat yang tanahnya terkena pembangunan tol menerima ganti untung dengan ikhlas, sehingga mempermudah dalam proses pembangunan tol ini sendiri.

‘’Tidak ada masalah selama pembebasan lahan, semua masyarakat lahannya terkena pembangunan tol sudah diproses,’’ ucapnya.

Secara keseluruhan, pihaknya mencatat ada 45,23 kilometer lahan siap konstruksi, 12,88 kilometer lahan validasi, 11,7 lahan inventarisasi dan4,115 kilometer lahan dalam proses konsinyuasi.

Hasan menerangkan, untuk pembangunan jalan tol dilakukan dengan konstruksi pile slab dan konstruksi timbunan biasa. Berbeda dengan tol lain di Sumsel yang menggunakan sistem vakum, Hutama Karya memilih pengerjaan tol dengan pile slab atau tiang pancang di atas lahan rawa.

Baca juga : Kasus Akumulatif Covid-19 di Klaten 5.895 Orang

Hal itu dipilih karena bangunan atau konstruksinya lebih mantap dan minim pemeliharaan setelah selesai pengerjaan.

‘’Kita menggunakan sistem pile slab sepanjang 7,73 kilometer di tol ini. Kita menggunakan pile slab lebih mantap konstruksinya, minim biaya pemeliharaan setelah selesai. Namun memang lebih mahal konstruksinya dibanding vakum,’’ jelas Hasan.

Ia menyebutkan, rata-rata untuk pengerjaan tol 1 kilometer dengan pile slab membutuhkan anggaran sekitar Rp100 miliar, sementara untuk pengerjaan konstruksi timbunan biasa atau timbunan dengan preloading atau perbaikan tanah dengan konsolidasi per 1 kilometernya membutuhkan sekitar Rp80 miliar.

‘’Untuk semua proyek pembangunan tol ini sudah memiliki Amdal,’’ ucapnya.

Diketahui, proyek tol Indraprabu ini memiliki nilai kontrak mencapai Rp6,67 triliun. Adapun sepanjang 65 kilometer tol ini hanya akan memiliki satu rest area yakni di Desa Payaraman, Ogan Ilir.

Hasan menyebutkan, jika nantinya tol ini sudah selesai dan terhubung tentunya akan mempersingkat waktu perjalanan. Selain itu, mempermudahkan pengiriman atau penyaluran distribusi barang, dan tentunya akan meningkatkan perekonomian di daerah lain yang terhubung tol.

‘’Akan banyak sekali fungsinya. Jika yang selama ini dari Indralaya ke Prabumulih membutuhkan waktu 2-3 jam, dengan adanya tol cukup hanya 25-30 menit saja. Karena waktu yang terpangkas akan semakin banyak. Dan akan membuka akses baru di daerah-daerah lain, yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian di daerah tersebut,’’pungkasnya. (OL-2)

 

 

 

Baca Juga

MI/Arnoldus Dhae

Pemprov Bali Perkuat Keberadaan Desa Adat

👤Arnoldus Dhae 🕔Senin 12 April 2021, 10:22 WIB
Pemerintah Provinsi Bali perkuat desa adat dengan hadirnya  Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. dan diresmikannya dua gedung majelis...
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/

PPKM Mikro di Kalimantan Tengah Diperpanjang

👤Surya Sriyanti 🕔Senin 12 April 2021, 09:39 WIB
Provinsi Kalteng memperpanjang pelaksanaan PPKM MIkro mulai 6 April sampai dengan 19 April.karena tingkat kesembuhan masih rendah dan kasus...
medcom.id

Total Kasus Covid-19 di Klaten Mencapai 7.025 Orang, 471 Meninggal

👤Djoko Sardjono 🕔Senin 12 April 2021, 08:21 WIB
Berdasarkan laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten, Minggu (11/4), kasus positif bertambah lagi 31...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya