Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH Biara Kesusteran Fungsionaris Misionaris Maria (FMM) Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, NTT ludes terbakar Kamis dinihari (4/3) sekitar pukul 02.00 WITA. Seorang suster Suster diketahui bernama Maria Zakaria Tukinen menjadi korban dalam kebakaran tersebut akibat terjebak kobaran api karena sedang berada dalam kamar tidurnya.
Menurut rekan korban, Suster Hildagardis (28), saat kejadian dirinya berada di dapur susteran yang letaknya tidak jauh dari lokasi kebakaran tersebut. Ketika api mulai membesar dirinya sempat mendengar teriakan minta tolong dari rekanya yang lain suster Maria Magdalena Woli. Ia lantas mecoba untuk masuk ingin menyelamatkan korban namun usahnya tak berhasil karena api yang kian membesar, dan korban akhirnya tak terselamatkan.
"Saya dengarnya teriak suster Lena, bilang ada kebakaran akhirnya saya keluar dari kamar, apinya sudah sampai di atas atap seng. Saya sempat masuk mencoba menyelamatkan Suster Maria setelah mendengar teriakan Suster Lena minta tolong namun usaha itu gagal lantaran api kian membesar. Apalagi punti kamar Suster Maria dalam keadaan terkunci," ungkapnya.
Suster Hildagardis mengaku sempat mendengar suara teriakan dari korban saat terjebak kobaran api, namun selang bebrapa saat suara teriakan itu hilang di dalam kobaran api yang terus membubung naik. Pada saat kejadian, Suster Hilda dan rekannya Suster Lena kesulitan dan panik untuk memadamkan api yang terus membesar, karena tempat tinggal mereka yang cukup jauh dari permukiman warga sekitar.
baca juga: Ratusan Hektare Gambut Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil Terbakar
Api baru bisa dipadamkan pada pukul 03:00 wita setelah mendapatkan bantuan dari warga sekitar. Suster Hilda menyebutkan kemungkina api berasal dari kamar korban, Suster Maria.
"Dia tidak pesan apa-apa makan malam sama-sama dan tidak ada tanda apa-apa. Biasa saja," pungkasnya.
Saat ini korban disemayamkan di Gereja Watuapi dan rencananya akan dimakamkan, Jumat (5/3) besok. (OL-3)
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved