Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 100 hektare kawasan hutan rawa gambut suaka margasatwa (SM) Giam Siak Kecil (GSK) yang masuk dalam zona inti Cagar Biosfer GSK di Desa Bagan Benio, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, terbakar hebat selama 11 hari terakhir. Selain melanda zona inti, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara sporadis itu juga terjadi pada luar kawasan kawasan lindung tersebut.
"Luas terbakar kami perkirakan lebih dari 100 hektare. Tekstur tanah adalah gambut yang apabila tidak hujan seminggu akan sangat kering di sana. Vegetasi terbakar adalah semak belukar," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono di Pekanbaru, Kamis (4/3).
baca juga: Antisipasi Karhutla Tetap Prioritas di Tengah Pandemi Covid-19
Ia menjelaskan, sedikitnya terdapat tiga titik spot saling berkaitan pada kawasan yang terbakar. Dengan kondisi itu, diperkirakan api yang terus menjalar di lahan gambut menjadi penyebab kebakaran meluas. Terlebih lagi, di luar SM GSK juga sedang terjadi kebakaran lahan serupa.
"Akses ke lokasi payah dijangkau. Ini menyebabkan kesulitan untuk memobilisasi peralatan pemadam. Belum lagi masalah sumber air di lokasi itu. Sehingga membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama atau sudah sekitar 11 hari," terang Suharyono.
Sejauh ini, Suharyono meyakini alam tidak pernah membuat api dengan sendirinya. Karena BBKSDA Riau akan mencari tahu siapa pihak yang memantik api itu pertama kali sehingga terjadi kebakaran hebat pada lahan gambut tersebut.
"Pemadaman di SM GSK dilakukan tim kami bersama masyarakat peduli api (MPA) binaan kami. Sedangkan di luar GSK, pemadaman ditangani oleh tim gabungan," pungkas Suharyono.(OL-3)
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Gakkum Kehutanan memeriksa PT RAPP terkait kematian Gajah Sumatera di Riau. Investigasi fokus pada pemenuhan kewajiban perlindungan satwa di areal konsesi.
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
karhutla di Kabupaten Kotim menghanguskan lahan seluas kurang lebih 8 hektare di Jalan Sawit Raya tepatnya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kalimantan Tengah Kalteng
Terdapat tantangan penyelarasan norma pada regulasi-regulasi yang mengatur tentang Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG).
Lokasi rawan kebakaran gambut sebenarnya bisa diidentifikasi lebih awal. Tapi dana daerah baru bisa digunakan setelah bencana terjadi, bukan untuk antisipasi. Itu problem utamanya.
Di sebuah ladang sederhana di kawasan timur Inggris, eksperimen bersejarah tengah dilakukan. Ahli ekologi sekaligus petani padi pertama di Inggris, berhasil menumbuhkan padi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved