Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA desa di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon yang terkena bencana banjir sejak sepekan terakhir terima bantuan sembako dari Yayasan Prima Ardian Tana (YPAT), kemarin.
Ratusan sembako, peralatan masak serta pakaian itu disalurkan relawan dari civitas akademi Politeknik Pariwisata Prima Internasional, LKP Pariwisata Prima langsung ke lokasi bencana.
Menurut Direktur Politeknik Pariwisata Prima Internasional Chondro Suryono bantuan itu merupakan upaya untuk meringankan beban para korban banjir. Di Desa Pangarengan, relawan menyalurkan bantua untuk 40 keluarga, sedangkan di Desa Mekarsari, Kecamatan Waled disebar bantuan untuk lima dusun dengan 23.000 warga.
‘’Kami berharap musibah ini segera berakhir sehingga warga dapat beraktivitas kembali seperti semula,’’ katanya di Cirebon, kemarin.
Dia juga menyebutkan, hingga saat ini para relawan dari Politeknik Prima masih terus memantau perkembangan dari warga korban banjir.
Baca juga : Longsor Hantam Pesantren, Lima Santri Putri Tewas
‘’Kami juga menerjunkan para mahasiswa yang memiliki mobilitas cukup tinggi, karena mereka masih muda jadi lebih gesit bergerak,’’ kata Chondro.
Keterlibatan mahasiswa itu, tambah Chondro, merupakan bagian dari pendidikan mengasah rasa empati sosial serta dapat melihat langsung situasi bencana.
Dia mengaku, kegiatan bakti sosial Politeknik Pariwisata Prima itu bukan yang pertama kalinya, melainkan sebuah kegiatan rutin jika ada musibah di Cirebon khususnya.
Sementara itu, Kuwu Desa Mekarsari Uman Jainus Nudin mengatakan, banjir di dusunnya ini tergolong cukup parah karena curah hujan cukup deras dan lama.
‘’Ratusan rumah terendam banjir dan sebagian besar perabotan rumah tangga tidak dapat diselamatkan. Namun syukurnya, tidak ada korban jiwa warga,’’ papar Uman.
Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan sembako serta pakaian untuk warga, karena kondisi masyarakat memang sangat minim khususnya makanan dan pakaian. (RO/OL-2)
Kabupaten Cirebon merupakan daerah yang rentan diterjang bencana hidrometeorologi di musim penghujan ini. Baik itu bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan lainnya.
BPBD sudah menyiapkan langkah kesiapsiagaan, termasuk menghadapi potensi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon belum akan memberlakukan WFH untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.
Tim dinkes juga melakukan pengecekan kondisi dapur, kualitas air, IPAL, hingga kebersihan peralatan masak dan makan.
Kesamaan pandangan dalam menciptakan lingkungan tetap bersih melalui penanganan sampah berkesinambungan harus menjadi perhatian semua pihak
Dari total alokasi sebelumnya sebesar Rp121,6 miliar, Kabupaten Cirebon hanya akan menerima Rp72,2 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved