Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyediakan lahan seluas lebih kurang 1,5 hektare yang akan digunakan untuk percontohan program closed loops cabai. Lokasi lahan yang dipilih berada di Kecamatan Sukaraja.
"Lokasinya berada di Desa Langensari dan Selaawi," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, Jumat (12/2).
Program closed loops cabai diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai upaya menjembati para petani dan pasar. Sehingga, suplai lebih maksimal dan produk serta harga lebih stabil. Closed loops ini menyinergikan rantai nilai pertanian mulai dari hulu hingga hilir untuk menciptakan efisiensi yang berdaya saing dan berkeadilan.
"Nanti ke depan akan dikembangkan lagi. Karena baru pilot project, jadi baru melibatkan enam petani," bebernya.
Sudrajat menuturkan, program closed loops pada prinsipnya bertujuan memajukan sektor pertanian. Pasalnya, proses penanaman hingga pasarnya telah tersedia.
"Dari sisi petani, sudah ada alat untuk menakar kebutuhan tanaman yang sesuai hingga proses panen. Ditambah adanya jaminan pasar dan pembiayaan bagi petani sehingga para petani tinggal fokus mengembangkan cabai yang dikelolanya," paparnya.
Pemilihan cabai sendiri dilakukan atas dasar fluktuasi harga yang tinggi. Selain itu, penanaman di Kabupaten Sukabumi pun cukup bagus.
"Makanya, proses pendistribusian bekerja sama dengan pabrik sambal yang memerlukan stok cabai melimpah," pungkasnya.
Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian sendiri bekerja sama dengan 14 mitra untuk mengimplementasikan program closed loops cabai, di antaranya Kementerian Pertanian, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), hingga kelompok tani.
"Program ini diinisiasi sejak November 2020. Pada akhirnya, Kabupaten Sukabumi dipilih sebagai pilot project," kata Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.
Marwan meyakini, program closed loops cabai akan memberikan semangat, inovasi, serta kreativitas baru pada sektor pertaniab. Dampaknya akan diperoleh peningkatan produksi hasil yang melimpah.
"Bagi petani di Kabupaten Sukabumi pun tentu akan meningkat kesejahteraannya. Kami menaruh harapan besar, 14 mitra yang sudah membuat nota kesepahaman bisa bersinergis. Saya optimistis program ini akan meraih kesuksesan sesuai harapan," pungkas Marwan. (OL-13)
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved