Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

PAD Sektor Perikanan Sikka Dekati Target Meski Pandemi Covid-19

Gabriel Langga
02/2/2021 15:22
PAD Sektor Perikanan Sikka Dekati Target Meski Pandemi Covid-19
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka Paulus Bangkur.(MI/Gabriel Langga)

REALISASI pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perikanan dan kelautan Kabupaten Sikka hampir mendekati target selama dilanda pandemi Covid-19. Yang mana, PAD sampai bulan Desember tahun 2020 mencapai sekitar Rp1,9 miliar dari target sebesar Rp2,2 miliar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka Paulus Bangkur mengatakan, sektor perikanan telah memberikan kontribusi Rp1,9 miliar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sikka selama tahun 2020. Dia mengatakan PAD sebesar Rp1,9 miliar ini bersumber dari retribusi pemakaian kekayaan daerah seperti pengujian mutu hasil perikanan, pabrik Es, sewa cold storage, retribusi parkir di PPI Alok dan retribusi pelayanan pelabuhan.

"Selama saya menjadi kadis di sini sektor perikanan untuk PAD Sikka dari tahun ke tahun selalu meningkat. Untuk tahun 2020 bisa mencapai PAD dari sektor perikanan dan kelautan ini sebesar Rp1,9 miliar. Situasi Covid-19 yang melanda tahun 2020 kita bisa mencapai PAD 87,12%," papar Paul Bangkur kepada mediaindonesia.com, Selasa (2/2) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Paul Bangkur menuturkan produksi ikan di Kabupaten Sikka sampai dengan tahun 2020 sebanyak kurang lebih 20 ribu ton. Untuk di masa pandemi Covid-19, pihaknya berhasil mengekspor ikan tuna Sashimi ke Korea Selatan dan Jepang sebanyak 45 ton dan ikan Cakalang asap (ikan kayu/Katsuobushi) sebanyak 243 ton.

Meskipun demikian ia menyampaikan PAD yang paling besar di sektor perikanan dan kelautan ini adalah dari hasil penjualan es balok.
Yang mana dinas ini memiliki tiga pabrik es yang ada di Kabupaten Sikka dengan PAD bisa mencapai Rp1,5 miliar per tahunnya.

"Dari semua retribusi yang paling besar untuk PAD itu dari produksi es balok. Kita punya tiga pabrik es. Tiap tahun, tiga pabrik es ini memberikan kontribusi paling besar dari semua retribusi itu sebesar Rp1,5 miliar," beber dia.

Dikatakan dia, kita memiliki potensi, namun dalam merealisasikan target PAD itu hingga 100% kita dihadapkan dengan sejumlah kendala seperti masih terbatasnya fasilitas kolam labuh di daerah sentra sentra nelayan. Serta armada penangkapan oleh nelayan ini didominasi oleh kapal-kapal dibawah 10 GT.

Paul Bangkur meyakini meskipun dilanda covid-19 sektor perikanan tetap jalan. Dibandingkan dengan kasus ternak yang melanda Kabupaten Sikka saat ini seperti diserang virus babi. "Kita harapkan di Sikka ini, nelayan kita cukup banyak, aktivitas perikanan cukup tinggi. Kita harap sektor perikanan ini menjadi andalan di masa pandemi covid-19,"

Dia menambahkan, saat ini jumlah nelayan di Kabupaten Sikka sebanyak 5.085 Rumah Tangga Perikanan yang tersebar di 54 Desa dan 12 kelurahan pesisir. Sehingga di tahun 2021 ini pemerintah tetap berupaya meningkatkan PAD dengan bekerja lebih keras dan penggunaan aset-aset perikanan.(GL/OL-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya