Kamis 28 Januari 2021, 10:35 WIB

Minim, Kontribusi Blok Seram Bula Bagi Daerah Asal

Mediaindonesia.com | Nusantara
Minim, Kontribusi Blok Seram Bula Bagi Daerah Asal

Antara/Syaiful Arif
Pekerja sedang memperhatikan pekerjaan di blok migas.

 

DIREKTUR Archipelago Solidarity Foundation, Engelina Pattiasina menyayangkan minimnya kontribusi keberadaan minyak di Bula kepada masyarakat dan daerah. 

"Saya mengecek lampiran Peraturan Presiden tentang Dana Bagi Hasil Migas pada 2018, nihil untuk Maluku, meski pada Peraturan Menteri Keuangan 2018 ada Rp 1 atau 2 Miliar yang disisihkan untuk seluruh Maluku," beber mantan anggota DPR RI ini.

Ironisnya, lanjut dia, sejarah panjang perjalanan lapangan minyak Bula yang  dieksploitasi sedemikian rupa sehingga tidak menyisakan nilai tambah bagi masyarakat lokal ini. Pemasukan untuk Seram Timur misalnya pada 2018 hanya Rp 200 juta lebih dari DBH.

"Ini sangat tidak adil khususnya bagi masyarakat sekitar dan rakyat Maluku pada umumnya," pungkas Engelina.

Ia  menjelaskan , penemuan lapangan Bula Lemun pada 1925 menjadikan Bula sebagai sumber minyak mentah bagi pemerintahan kolonial. Minyak mentah diangkut dari Bula dibawa ke daerah yang memiliki kilang atau dikirim ke berbagai negara. Sebab, The Royal Dutch-Shell telah berubah menjadi perusahaan raksasa dunia.

Kemudian pada dekade 1980-an, operasi bergeser ke Bula Tenggara yang ditemukan pada 1983. Selanjutnya ditemukan Bula Air pada 1990-an yang dioperasikan Santos (Seram) Ltd. Di kemudian hari, lapangan kerja ini dinamai Bula PSC. 

"Namun, yang cukup menarik, sebelum masa kontrak Kalrez berakhir, muncul PT. Hana Mandiri yang membeli Kalrez senilai US$ 600.000 (Rp 9 miliar) kalau kurs dolar Rp 15.000 per dolar). Saya justru tidak tahu apakah harga ini termasuk sangat murah, layak atau justru kemahalan," tambah dia.

Masih menurut Engelina, dalam setiap kontrak, biasanya ada klausul dimana, setelah berakhirnya masa kontrak, maka semua peralatan/perlengkapan diserahkan kepada pemberi konsesi (negara). 

"Jika klausul ini ada, maka akan menyisakan pertanyaan besar.  Untuk itu, kita harapkan ada pihak berkompeten mempublikasikan kontrak itu agar publik juga tahu," katanya.

Terpisah, Aktivis HMI di Maluku, Rais Mahu mengaku miris, karena meski sudah hampir dua abad beroperasi, Minyak Bula nyaris tidak memiliki dampak yang nyata terhadap kesejahteraan rakyat Seram dan Maluku.

"Sangat miris karena, hasil eksploitasi itu justru digunakan untuk kesejahteraan rakyat di tempat lain atau negara lain, di sini ada persoalan keadilaan dan kemanusiaan. Eksploitasi Migas di Maluku seolah membuktikan negara abai untuk menjamin hak rakyatnya sendiri," pungkasnya.

Masuk RUED
Sementara pada kesempatan berbeda, Pemerintah Daerah Maluku dan Maluku Utara memastikan, proyek minyak dan gas (Migas) di wilayah Maluku dan Maluku Utara, seperti Blok Migas Masela hingga Lapangan Bula di Pulau Seram, bakal dimasukkan dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED).

“Hal itu dilakukan agar masyarakat sekitar bisa memetik manfaat dari keberadaan tambang-tembang tersebut, termasuk juga dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) wilayah tersebut,” kata Direktur PT Maluku Energi Abadi, Musalam Latuconsina dalam webinar yang diselenggarakan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Rabu (27/1).

Menurut Musalam, pihaknya telah intensif melakukan koordinasi dengan Dinas Pertambangan Provinsi Maluku, untuk memasukkan potensi-potensi yang ada di wilayah Maluku dan Maluku Utara ke dalam RUED tersebut.

“Saat ini mereka (Dinas Pertambangan Maluku) sedang persiapkan. Dan saya sudah titip bahwa utilisasi dari hasil minyak dan gas di Masela maupun di Bula nanti harus dimasukkan dalam RUED Provinsi Maluku, karena itu sedang dikaji," katanya. (RO/E-1)

Baca Juga

MI/Cri Canon Ria Dewi

Polda Lampung Tetapkan Tersangka Pelarangan Ibadah di Tulang Bawang

👤Cri Canon Ria Dewi 🕔Selasa 18 Januari 2022, 20:55 WIB
POLDA Lampung menetapkan satu orang tersangka dugaan tindak pidana penghasutan di muka umum dengan menghentikan ibadah umat...
MI/Djoko Sardjono

Polres Klaten Musnahkan Ratusan Knalpot Brong

👤Djoko Sardjono 🕔Selasa 18 Januari 2022, 20:35 WIB
Kita lakukan pemusnahan knalpot brong ini agar tidak dipakai lagi. Kalau dikembalikan nanti bisa jadi dipasang dan berkeliaran...
AFP

Kasus Covid-19 Naik, Bandung Barat Perketat Pembatasan Kegiatan Masyarakat

👤Widhoroso 🕔Selasa 18 Januari 2022, 20:34 WIB
PEMKAB Bandung Barat kembali menerapkan pembatasan berbagai sektor menyusul temuan kasus Covid-19 serta varian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya